Menkeu Sri girang lewat proses panjang RI akhirnya jadi anggota FATF
Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, antusias membawa Indonesia bergabung sebagai anggota Lembaga Anti Pencucian Uang Internasional atau Financial Action Task Force (FATF). Di mana gugus tugas bentukan negara-negara G-7 pada 1989 itu bertindak memerangi tindak pencucian uang dan pendanaan terorisme.
Menurutnya, keanggotaan tersebut merupakan berita yang luar biasa penting bagi Indonesia. "Untuk FATF, ini berita bagus yang mau saya sampaikan. Pertemuan FATF Indonesia didukung oleh negara-negara anggota FATF untuk menjadi member, ini adalah suatu berita luar biasa penting dan baik," ujar Menkeu Sri di Kantornya, Jakarta, Senin (3/7).
Menkeu Sri mengatakan, perjuangan Indonesia menjadi salah satu anggota FATF tidak mudah. Hal tersebut, harus mendapat kepercayaan dari negara-negara yang sebelumnya telah menjadi anggota FATF.
"Pertama dalam mekanisme FATF untuk menjadi membership, itu sifatnya tidak begitu saja kalau dalam bahasa jawa ujug-ujug. Tapi harus melalui satu proses, dan dia harus didukung oleh semua membershipnya," ungkapnya.
"Kami melakukan pendekatan secara intensif beberapa bulan ini saya sendiri, menteri luar negeri, kepada para dubes dan PPATK sendiri. Dalam pertemuan terakhir awal Juli kemarin diputuskan Indonesia akan memulai untuk proses membershipnya," tambahnya.
Tiga negara yang menyampaikan dukungannya pertama kali bagi Indonesia masuk sebagai anggota FATF adalah China, Jerman dan Australia, dan kemudian hampir didukung semua member dari FATF.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengatakan, hasil ini yang begitu penting karena biasanya untuk masuk menjadi anggota FTAF tersebut butuh proses 2 sampai 4 tahun.
"Bahkan sebelum sekarang belum selesai biasanya tidak diterima. Indonesia harus memanfaatkan secara baik dan kita akan kerjasama dengan PPATK, BI, OJK, kami sendiri, dengan Kemenlu untuk mengawal proses itu," pungkasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya