Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menkeu: Pendidikan Berperan Majukan dan Ubah Peradaban Bangsa

Menkeu: Pendidikan Berperan Majukan dan Ubah Peradaban Bangsa Sri Mulyani. ©2017 merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut, perubahan akibat pandemi Covid-19 tidak mudah bagi siapapun, termasuk dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar secara virtual. Bagi anak-anak, guru, maupun orang tua semua menghadapi tantangan ini.

"Dalam menghadapi perubahan yang luar biasa ini, kita semakin membuka mata dan menyadari betapa pentingnya peran pendidikan untuk dapat mengubah kemajuan dan peradaban bangsanya," kata Menteri Sri Mulyani dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional 2021, seperti dikutip dari laman Facebooknya, Minggu (2/5).

Bendahara Negara ini mengatakan, di tengah kondisi yang sulit pemerintah pun bertekad mewujudkan reformasi struktural di bidang pendidikan. Oleh karenanya, dia mengajak para guru, masyarakat terutama para orang tua, untuk bergerak serentak wujudkan merdeka belajar.

"Terus pelihara semangat belajar anak-anak kita agar cita-citanya dapat terwujud. Tetap disiplin terapkan protokol kesehatan dalam seluruh aktivitas belajar mengajar!," ujarnya.

"Selamat Hari Pendidikan Nasional 2021," tutup Menteri Sri Mulyani.

Nadiem: Pandemi Bukan Satu-Satunya Tantangan Dunia Pendidikan

bukan satu satunya tantangan dunia pendidikanRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim mengatakan, momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 adalah saat yang tepat untuk merefleksikan kembali apa saja yang sudah dikerjakan dan yang perlu diperbaiki dalam sistem pendidikan Indonesia. Hal tersebut menurutnya sejalan dengan tema Hardiknas 2021, 'Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar'.

“Lembaran baru pendidikan Indonesia berarti transformasi. Transformasi yang tetap bersandar pada sejarah bangsa, dan juga keberanian menciptakan sejarah baru yang gemilang,” katanya dalam keterangannya, Minggu (2/5).

Tantangan dunia pendidikan di Indonesia saat ini, menurutnya, bukan hanya adanya pandemi Covid-19 yang memaksa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Krisis pandemi memberikan kesempatan kita bersama untuk menuai kemajuan. Kita perlu memahami bahwa pandemi bukanlah satu-satunya tantangan yang kita hadapi. Di depan, masih membentang sederet tantangan yang akan dan harus kita lalui bersama. Mari kita lalui segala tantangan dengan inovasi dan solusi. Mari kita ciptakan sejarah yang gemilang dan tak terbantahkan oleh dunia,” ujarnya.

Selain itu, Nadiem juga menyampaikan empat upaya perbaikan pendidikan. Pertama, perbaikan pada infrastruktur dan teknologi. Kedua, perbaikan kebijakan, prosedur, dan pendanaan, serta pemberian otonomi lebih bagi satuan pendidikan. Ketiga, perbaikan kepemimpinan, masyarakat, dan budaya, serta Keempat, yaitu perbaikan kurikulum, pedagogi, dan asesmen.

Sementara itu, lanjutnya, 10 episode Merdeka Belajar juga telah diluncurkan dan masih banyak lagi terobosan-terobosan Merdeka Belajar mendatang yang akan dilakukan oleh Kemendikbud.

“Transformasi yang bermakna ini kami kerjakan agar segala sesuatu yang selama ini membuat bangsa ini hanya berjalan di tempat, dapat berubah menjadi lompatan-lompatan kemajuan,” pungkas Nadiem.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP