Menkeu: Peluang BBM subsidi naik jangan dihilangkan
Merdeka.com - Masyarakat harus bersiap kembali menerima penaikan harga BBM subsidi dalam waktu dekat. Pemerintah bisa jadi mengambil langkah tersebut, meskipun opsi lain untuk menekan konsumsi BBM subsidi juga sedang disiapkan.
"Yang bisa saya bilang, kemungkinan harga BBM akan dinaikkan jangan di-rule out (singkirkan)," kata Menteri Keuangan Chatib Basri dalam diskusi "Menyongsong Peta Baru kebijakan Ekonomi Indonesia" di Jakarta, Senin (7/4).
Terlepas dari itu, Chatib enggan memastikan apakah pemerintah bakal menaikkan harga BBM subsidi pascapemilihan umum legislatif, 9 April mendatang. Diakuinya, Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu sedang mengkaji langkah tidak populis itu.
"BKF dan lain-lain sedang eksplore mengenai ini. Belum ada rencana akan masuk di APBN-P, kita mau lihat, ini harus dipelajari dengan baik."
Selain opsi konvensional menaikkan harga BBM subsidi, pemerintah juga memiliki pilihan untuk mematok harga BBM subsidi di level tertentu agar dapat menyubsidi dengan alokasi anggaran tetap (fix subsidy). Jika di atas harga patokan, maka pemerintah bisa menaikkan harga BBM subsidi.
"Kalau rupiah menguat terus, pengurangan subsidi tidak banyak, karena yang terjadi harga BBM ikut turun. Ini lagi dilihat hati-hati fix subsidy implikasinya apa, kalau konvensional implikasinya apa, jadi masih dalam bentuk exercise," jelasnya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) BKF Kemenkeu Andin Hadianto menyampaikan, penaikan harga BBM subsidi bisa dilakukan saat inflasi sedang rendah.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya