Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menkeu imbau masyarakat tak 'alergi' dengan utang pemerintah

Menkeu imbau masyarakat tak 'alergi' dengan utang pemerintah Bambang Brodjonegoro. ©AFP PHOTO

Merdeka.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegroro mengimbau kepada masyarakat agar tidak khawatir mengenai utang Indonesia. Sebab, meski total utang mencapai angka Rp 3.000 triliun, namun pemerintah tetap melakukan pinjaman sesuai dengan batas ketentuan perundang-undangan.

Berdasarkan catatan di Kementerian Keuangan, total utang Indonesia per 31 Desember 2015 mencapai Rp 3.098,64 triliun, meningkat dari periode yang sama di 2014 sebesar Rp 2.608,78 triliun.

"Utang itu masih dibutuhkan karena defisit adalah sumber pertumbuhan juga asal bisa dikendalikan. Kita sudah punya rambu-rambunya. Dan kita berupaya kalau berutang di bawah rambu-rambu. Kita buat strategi supaya bisa bayar utang," kata Menteri Bambang di Kantornya, Jakarta, Kamis (11/2).

Meski meningkat, pemerintah tetap menggunakan utang tersebut untuk investasi yang lebih produktif. Seperti untuk meningkatkan belanja infrastruktur dan belanja lain yang lebih produktif.

Menteri Bambang menilai, jika utang dikurangi, maka konsekuensi terhadap belanja akan berkurang. Jika belanja berkurang, maka pelayanan kepada masyarakat akan berkurang dan pertumbuhan ekonomi akan terganggu.

"Kita memang berutang untuk sesuatu yang lebih produktif. Kita ingin tumbuh, mempercepat ekspansi ekonomi," jelasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP