Menkeu: Harga BBM naik Rp 2.000, inflasi tembus 7,3 persen
Merdeka.com - Pemerintah resmi mengumumkan bahwa mulai besok, Selasa (18/11) terhitung mulai pukul 00.00 WIB, harga Premium naik Rp 2.000 menjadi Rp 8.500 per liter. Solar juga mengalami kenaikan Rp 2.000 menjadi Rp 7.500 per liter.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menuturkan, pemerintah sudah memperhitungkan dampak dari kenaikan harga BBM ke kondisi makro ekonomi. Khususnya menyangkut tekanan inflasi yang dipastikan bakal ikut terkerek naik.
"Dampak inflasi sudah diperhitungkan, dengan kenaikan Rp 2.000 maka tambahan inflasi 2014 di kisaran 2 persen," ujar Bambang di Istana Negara, Senin (17/11).
Target inflasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2014, pemerintah menetapkan inflasi sebesar 5,3 persen. Dengan tambahan sekitar 2 persen, kata menkeu, maka akhir tahun diprediksi inflasi berada di kisaran 7,3 persen.
"Tentunya masih ada dampak inflasi Januari Februari 2015, tapi tidak besar dampaknya kalau di akhir tahun," ucapnya.
Sebelumnya, Mulai pukul 00.00 atau Selasa (18/11), pemerintah resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. BBM bersubsidi jenis Premium dijual Rp 8.500 per liter atau naik Rp 2.000 per liter dari sebelumnya Rp 6.500 per liter. Sementara BBM bersubsidi jenis Solar dijual Rp 7.500 per liter atau naik Rp 2.000 dari sebelumnya Rp 5.500 per liter.
Pengumuman kenaikan harga BBM disampaikan sendiri oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Negara,"Hari ini setelah melalui pembahasan, sidang kabinet dan rakor teknis, pemerintah mengalihkan dari sektor konsumtif ke produktif," kata Presiden Joko Widodo.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya