Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menkeu Bambang sebut anggaran pemerintah daerah selalu surplus

Menkeu Bambang sebut anggaran pemerintah daerah selalu surplus Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. ©2015 merdeka.com/sri wiyanti

Merdeka.com - Defisit anggaran berpotensi melebar 2,59 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Penyebabnya, lambannya penerimaan pajak yang diproyeksi hanya mencapai 85 persen dari target tahun ini sebesar Rp 1.295 triliun.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah bakal sekuat tenaga untuk menjaga defisit anggaran di bawah tiga persen. Tiga persen tersebut terdiri dari defisit anggaran pemerintah pusat dan daerah.

"Sebenarnya kalau ditanya kita bisa defisit sampai berapa? Sebenarnya sudah ada PMK yang dikeluarkan di awal tahun yang memperkirakan, defisit daerah itu 0,3 persen. Sehingga kalau kita pakai hitungan defisit pusat dan daerah itu 3 persen, berarti pusat itu bisa sampai 2,7 persen. Tapi sebenarnya 0,3 persen pun itu ketinggian, karena realisasinya tiap tahun daerah boro-boro defisit, (malah) surplus," kata Bambang di Hotel Haris, Sentul, Jawa Barat, Sabtu (7/11).

Surplus itu mengakibatkan anggaran pemerintah daerah yang ada di perbankan semakin besar lantaran sisa anggaran tahun sebelumnya langsung menjadi pembiayaan di tahun berikutnya.

"Karena di daerah itu tidak mengenal konsep SAL, daerah itu adanya SILPA saja yang langsung dijadikan pembiayaan di tahun berikutnya," ungkap dia.

Bambang menegaskan, keuangan daerah selalu surplus akibatnya jumlah anggaran pemerintah daerah di perbankan semakin besar. Bambang menyebut posisi uang daerah di perbankan hingga akhir tahun 2014 sebesar Rp 130 triliun.

"Padahal 2011 masih Rp 70an triliun atau Rp 60an triliun. Jadi 2012, 2013, 2014 itu naik terus. Perkiraan kita ya meskipun sekali lagi masih kasar, yang akhir 2015 ini bisa Rp 150-160 triliun, tambah lagi Rp 30 triliun," ujar Bambang.

Sementara itu, realisasi belanja daerah sekitar bulan September atau Oktober secara konsolidasi, pemerintah provinsi, kabupaten/kota baru mencapai 54 persen. Bambang memproyeksi belanja daerah akan meningkat jelang pilkada pada Desember mendatang.

"Tapi kan jangan lupa yang namanya uang menganggur di bank itu adalah akumulasi dari uang menganggur di tahun-tahun sebelumnya. Jadi dengan itu, kita melihat bahwa sebenarnya defisit daerah itu artifisial, hampir pasti tidak terjadi karena di daerah itu malah kelebihan duit," tutur Bambang. (mdk/sau)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP