Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menkes Terawan soal Serapan Anggaran Rendah: Kita Sangat Hati-Hati

Menkes Terawan soal Serapan Anggaran Rendah: Kita Sangat Hati-Hati Menkes Terawan. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, angkat suara terkait rendahnya serapan anggaran di lingkungan kementeriannya dalam penanganan Covid-19. Menurutnya penyerapan anggaran di kementeriannya dilakukan sangat hati-hati dan mempertimbangkan risiko moral atau moral hazard.

"Kita juga hati-hati sekali karena kita menyangkut moral hazard kami pegang teguh karena ini kan penyerapannya berbeda," kata Menkes di Ruang Rapat Banggar DPR RI, Jakarta, Rabu (15/7).

Dia menerangkan, sebetulnya penyerapan yang rendah tersebut mengindikasikan bahwa pasien dan korban meninggal akibat Covid-19 tidak begitu besar. Sehingga penyerapan dilakukan pihaknya pun tidak begitu optimal.

"Kalau penyerapan kurang kan berarti pasiennya sedikit santunan juga kalau penyerapan kurang berarti yang meninggal sedikit untuk tenaga kesehatan ya itu berbeda jadi kalau banyak sekali yang sakit juga banyak yang meninggal juga banyak (penyerapannya)," katanya.

Dia melanjutkan, anggaran untuk tenaga kesehatan sendiri sebetulnya terbagi menjadi dua yakni di daerah dan pusat. Di mana insentif tenaga kesehatan di Pusat sebesar Rp1,9 triliun yang diverifikasi melalui Kemenkes. Sementara untuk di daerah mencapai Rp3,7 triliun yang terverifikasi di daerah itu sendiri.

"Kami akan berusaha dan berjuang supaya penyerapan tetap bisa terserap dengan baik namun tidak ingin lepas dari akuntabilitas dan efektivitas anggaran," tandas dia.

Dikritik DPR

rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sebelumnya, Anggota Badan Anggaran DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Dolfie Ofp mempertanyakan kinerja Kementerian Kesehatan dalam upaya penanganan pandemi Covid-19. Menurutnya, serapan anggaran yang masih minim membuat kinerja kementerian yang dipimpin Terawan Agus Putranto belum begitu optimal.

Dia menyebut, penyerapan anggaran kesehatan baru mencapai Rp4,4 triliun atau 5,1 persen dari total anggaran sebesar Rp87,5 triliun. Padahal penanganan kesehatan ini sangat penting karena dampak dari pandemi menjalar ke mana-mana.

"Kita ingin tahu kenapa dikasih anggaran Rp87,5 triliun penyerapannya hanya 5 persen atau sekitar Rp4 triliun," tanya Dolfie di ruang Rapat Banggar DPR RI, Jakarta.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP