Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menhub: Pelanggaran truk kelebihan dimensi dan muatan dilakukan secara sistematis

Menhub: Pelanggaran truk kelebihan dimensi dan muatan dilakukan secara sistematis Truk. www.skyscrapercity.com

Merdeka.com - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi berjanji akan konsisten dalam menertibkan truk-truk yang over dimensi dan over load (ODOL). Sebab, tindakan melanggar aturan tersebut selama ini sudah menjadi budaya para pengusaha.

Dia meyakini, kebiasaan yang selalu dilakukan ini tidak disebabkan satu pihak, melainkan sudah terstruktur mulai dari pemilik barang hingga produsen truk itu sendiri. Untuk itu dirinya meminta produsen truk dan ban lebih tertib.

"Karena ban truk paling kuat itu ada di Indonesia. Kalau ga kuat ga laku jadi di luar standarnya. Truk juga begitu, kalau ga sasisnya dibuat lebih kuat dari standarnya juga tidak laku. Memang upaya melanggar ini sudah dilakukan secara sistematis," papar Menhub di Hotel Red Top, Jakarta, Rabu (3/10).

Terlepas dari berbagai kesalahan itu, Menhub mengaku tidak ingin menyalahkan siapapun. Dirinya hanya meminta kepada semua pihak untuk tertib dan konsisten dalam menegakkan ketentuan yang ada.

Selama ini, pemerintah selalu mengeluarkan anggaran yang cukup besar dalam memperbaiki jalan. Kerusakan jalan ini paling besar disebabkan kendaraan yang melebihi muatan.

Penegakan ODOL saat ini sudah jalan selama kurang lebih tiga bulan. Sudah ada lebih dari 300 ribu kendaraan yang melalui jembatan timbang. Hasilnya masih ditemukan banyaknya truk ODOL yang mencapai 66 persen.

"Untuk truk pengangkut sembako kita masih beri toleransi selama 1 tahun, kalau untuk pupuk, semen dan baja kita kasih waktu 6 bulan. Setelah itu harus tidak ada lagi," tutup Menhub.

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP