Menhub: Pelabuhan Surabaya akan mengkloning apa yang ada di Jakarta
Merdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan menerapkan apa yang dilakukan Pelabuhan Tanjung Priok untuk menekan dwelling time untuk di Surabaya. Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya akan menjadi lokasi pertama yang ditinjau menhub dalam rangka memangkas dwelling time.
"Tanggal 3 kita akan ke Surabaya untuk melihat perubahan apa yang terjadi di Surabaya. Apa yang akan dilakukan di Surabaya itu mengkloning apa yang ada di Jakarta. Kita akan lihat," ujar Menteri Budi di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (20/9).
Menhub juga menjelaskan, kementerian dan lembaga (K/L) yang berurusan dengan perizinan di pelabuhan akan menempatkan petugasnya di kantor pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). Sehingga, dapat mempercepat pelayanan di pelabuhan.
Nantinya, koordinator PTSP adalah Otoritas Pelabuhan (OP) atau Bea Cukai. "Masing-masing departemen harus menugaskan person di empat pelabuhan besar itu dan person itu dalam kapasitas untuk memutuskan. Itu tidak perlu ke pusat lagi. Di daerah, Surabaya, Medan dan Makassar, banyak proses yang harus minta persetujuan itu. Makanya kita rumuskan, siapa operator di pre-clereance itu," ungkapnya.
Masalah pelayanan di level pre-clearance ini ditargetkan bisa diperbaiki dalam waktu satu bulan. "Target kan satu bulan. Pak Luhut mau ke Surabaya. Medan kita lihat 15 Oktober saja," tutupnya.
Seperti diketahui, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan hari ini mengundang rapat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, serta Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara membahas masalah dwelling time.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya