Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menhub: LRT Jabodebek Bisa Angkut Hingga 800.000 Orang Per hari

Menhub: LRT Jabodebek Bisa Angkut Hingga 800.000 Orang Per hari Pembangunan LRT Jabodebek. ©2020 Merdeka.com/iqbal s nugroho

Merdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, setelah mulai beroperasi pada Juni 2022 mendatang, dalam satu hari light rail transit (LRT) Jabodebek bisa mengangkut 580.000 – 800.000 orang per harinya.

"Bayangkan bahwa kereta api dengan headway (waktu antara) 3 menit. Setiap 3 menit ada kereta api dan bisa mengangkut 580.000 orang satu hari. Ultimatenya akan menjadi headway 2 menit sehingga jarak kereta dengan kereta hanya 2 menit dan untuk itu kita bisa mengangkut kurang lebih 800.000 orang," kata Menhub Budi saat meninjau LRT Taman Mini Indonesia Indah dan Stasiun Harjamukti Cibubur, Rabu (9/6).

Dia menyebutkan, ada satu lintasan angkutan kereta LRT yang panjangnya 44 Km dengan 18 titik pemberhentian. Sehingga hal ini memudahkan orang bepergian dari satu titik ke titik lain dengan cepat.

"Tadi pak Presiden Juga bangga karena ada satu angkutan LRT yang panjangnya 44 KM dengan 18 titik pemberhentian. Bayangkan bahwa Kalau LRT ini ada yang ke barat ada yang ke Selatan maka angkutan massal itu menjadi suatu hal yang penting," ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan LRT ini bisa terwujud berkat konsorsium dari PT KAI, Adhikarya, LEN dan PT INKA, sehingga bisa membangun produk LRT ini menjadi suatu kenyataan dengan kualitas yang tidak kalah dengan negara-negara yang lain. "Terbukti di beberapa negara kita mampu memenangkan tender. Oleh karenanya kita sepakat bahwa semangat bahwa angkutan massal yang ada di kota-kota besar akan dilanjutkan dengan semangat ini," ujarnya.

Dia menilai, satu teknologi tidak mungkin bisa diraih oleh suatu bangsa dengan begitu saja, melainkan harus ada upaya-upaya yang dilakukan. Adapun dari hal jumlah, direncanakan ada 31 rangkaian (Kereta) dan sekarang sudah selesai 26 rangkaian.

"Kita masih punya waktu 1 tahun lagi untuk mengintegrasikannya, sehingga faktor keselamatan menjadi satu hal yang penting," katanya.

Dia menjelaskan, pembangunan LRT Jabodebek melalui skema Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha (KPBU). Di mana PT KAI hanya mendapatkan satu PMN sejumlah Rp 7,6 triliun sisanya lebih dari Rp 20 triliun menjadi Loan pada PT Kereta Api.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP