Menhub Komitmen Selesaikan Pembangunan Meski Ada Pandemi, Salah Satunya Kereta Cepat
Merdeka.com - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengakui bukan perkara mudah untuk menyelesaikan pembangunan sejumlah infrastruktur transportasi darat, laut, dan udara di tengah pandemi Covid-19. Namun, dia bertekad untuk tetap menyelesaikan pembangunan sesuai rencana awal dengan menerapkan protokol kesehatan.
"Di masa pandemi Covid-19 memang ada situasi yang kurang menguntungkan, sehingga tidak terlalu leluasa dalam membangun infrastruktur. Tapi kami selaku regulator diamanahkan tetap melaksanakan kegiatan pembangunan konektivitas transportasi dengan baik dengan protokol kesehatan," kata dia dalam Jumpa Pers Capaian Kinerja Kementerian Perhubungan Tahun 2020 dan Outlook Tahun 2021," Rabu (23/12).
Menhub Budi mencontohkan, salah satu proyek transportasi yang terus dikebut penyelesaiannya ialah Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Dengan target penyelesaian hingga 2022 mendatang.
"Kereta Cepat Jakarta-Bandun Kita upayakan selesai di 2022, 2021. Kita akan intensifkan itu," singkat dia.
Dia menambahkan, Kementerian Perhubungan juga terus berupaya untuk menyelesaikan pembangunan sejumlah infrastruktur transportasi darat sesuai waktu yang telah ditentukan. Terutama terminal bus kelas A yang tersebar di sejumlah kota besar.
"Seperti, Terminal Tipe A Entrop di Jayapura, Anak Air di Padang, Guntur Melati di Garut, Bulupitu di Purwokerto, Mangkang di Semarang, dan Tirtonadi di Solo," rincinya.
Menhub Budi: Untuk Pertama Kali, Serapan Anggaran Kemenhub Lebih dari 95 Persen
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, melaporkan sejumlah capaian Kementerian Perhubungan sepanjang 2020 ini. Salah satunya terkait serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020, yang menyentuh hingga sekitar 95 persen.
"Untuk pertama kalinya, Insya Allah Kementerian Perhubungan akan mencapai penyerapan lebih dari 95 persen," kata Budi Karya dalam sesi teleconference, Rabu (23/12).
Meski tak menyebutkan rincian angka terkait serapan anggaran tersebut, namun dia menjelaskan hal itu dapat dicapai berkat proyek-proyek pembangunan di bidang transportasi yang berhasil dilaksanakan pada tahun ini.
Seperti pembangunan 10 destinasi pariwisata nasional, serta program tol laut. "Dan juga kegiatan lain yang harus meningkatkan pergerakan agar ekonomi tetap bergerak dan membuat Indonesia maju," sambungnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya