Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menhub Budi target kajian bandara Bali Utara rampung dalam tiga bulan

Menhub Budi target kajian bandara Bali Utara rampung dalam tiga bulan Menhub Budi Karya Sumadi. ©2018 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan masih mengkaji pembangunan Bandara Internasional Bali Utara. Bandara di daerah Buleleng, Bali Utara tersebut diusulkan dibangun di atas laut.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan kajian dengan mengumpulkan pendapatan dari berbagai pihak, terkait pembangunan Bandara Bali Utara. Dia menargetkan proses tersebut memakan waktu paling lama tiga bulan.

"Belum masih dikaji. Saya masih mengkaji, semua masih memberikan pendapat, itu dikumpulin dan dikaji. Bisa diselesaikan kajian dua sampai tiga bulan," kata Menteri Budi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (2/4).

Menurut Menteri Budi, penentuan lokasi pembangunan bandara harus dilakukan dengan hati-hati dan kajian yang matang. Sebab, Bali merupakan tujuan wisata, sehingga pembangunannya tidak berbenturan dengan lokasi wisata.

"Makanya study memberikan ruang memilih yang terbaik, karena Bali itu kan destinasi yang utama. Jadi harus hati-hati memilih dan membangun," tuturnya.

Sebelumnya, PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) mengusulkan pembangunan bandara di daerah Buleleng, Bali Utara, untuk dibangun di atas laut. Ada beberapa hal yang menyebabkan Bandara Bali Utara itu tidak bisa dibangun di darat.

Presiden Direktur BIBU, I Made Mangku, menjelaskan, di Buleleng yang menjadi lokasi rencana pembangunan bandara, terdapat 33 pura dan 21 situs peninggalan sejarah yang tidak mungkin dipindahkan.

"Di sana juga ada jalan raya yang menjadi akses masyarakat sekitar, sawah yang subur, dan juga permukiman penduduk. Karena itu, kita desain offshore atau di atas laut," kata I Made Mangku.

Lokasi di atas air ini, menurutnya memiliki beberapa keuntungan. Selain tidak memakan banyak anggaran untuk pembebasan lahan, pembangunan ini diyakini mampu memberikan lapangan usaha tambahan bagi penduduk sekitar.

I Made Mangku bahkan telah mempersiapkan program peningkatan nilai tambah bagi nelayan yang selama ini melaut di perairan Bali Utara yang menjadi rencana pembangunan Bandara Bali Utara.

Bandara ini nantinya memiliki teknologi penyulingan air laut menjadi air bersih layak konsumsi. Teknologi ini selain untuk memenuhi kebutuhan bandara, juga akan didistribusikan ke para nelayan dan penduduk sekitar.

Bahkan, limbah penyulingan bandara ini nantinya juga disalurkan ke petani garam. "Di sini potensi garamnya luar biasa, dan memiliki kualitas garam yang baik. Jadi ini mampu meningkatkan nilai tambah juga bagi masyarakat sekitar," ujarnya.

I Made Mangku mengatakan, pembangunan bandara di Buleleng ini sangat penting mengingat sudah padatnya Bandara I Gusti Ngurah Rai. Tidak hanya itu, tambahan fasilitas infrastruktur transportasi di Buleleng akan menciptakan keseimbangan ekonomi antara Bali Utara dengan Bali Selatan.

"Karena selama ini ekonomi condong ke selatan. Jadi Bandara Bali Utara ini bisa menjadi sumber penggerak ekonomi baru di Bali Utara," tuturnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP