Menhub Budi minta 2 bandara uji coba penerapan teknologi digital
Merdeka.com - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan penggunaan teknologi digital dalam pelayanan di bandara merupakan keharusan. Digitalisasi membuat sistem operasional di bandara menjadi lebih efisien, mengingat makin meningkatnya jumlah pengguna jasa transportasi udara.
Hal ini disampaikan dalam diskusi bertajuk 'Kebangkitan bandara digital Indonesia' yang diselenggarakan oleh PT Angkasa Pura II, di Auditorium Kantor Pusat Angkasa Pura, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (20/5).
"Ada satu keharusan lakukan lebih efisien berbasis teknologi digital bandara. Mana mungkin kita kelola 100 juta orang tanpa teknologi canggih," ujar Menhub Budi.
Lebih jauh, dia menegaskan penerapan sistem digital dimulai dari dua bandara. Keduanya yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Kualanamu.
"Implementasi digital airport akan tingkatkan pelayanan publik. Saya sarankan Soekarno-Hatta dan Kualanamu jalan bersamaan dengan cepat," ungkapnya.
Selain itu, untuk mendukung pelayanan, peningkatan kapasitas bandara akan terus dilakukan. Sebagai contoh, Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan terus ditingkatkan kapasitasnya hingga 60 juta penumpang. Caranya, dengan meningkatkan kapasitas di semua terminal yang ada.
"Terminal 3 kapasitas 25 juta tambah dengan kapasitas Terminal 1 dan Terminal 2 hingga 60 juta penumpang," tutupnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya