Mengupas Beberapa Sektor Industri yang Bisa Dikuasai Asing
Merdeka.com - Beberapa waktu lalu, pemerintah merevisi daftar negatif investasi (DNI). Dengan adanya perubahan itu maka Penanaman Modal Asing (PMA) untuk berinvestasi di Indonesia semakin luas pada beberapa bidang usaha baru.
Ada 54 DNI yang rencananya dibebaskan untuk dikelola oleh pihak asing. Pembebasan ini dilakukan karena sektor investasi tersebut kurang diminati di dalam negeri. Namun, baru 28 bidang usaha yang dipastikan keluar dari DNI tahun ini. Berikut beberapa contoh sektor industri 100 persen yang bisa dikuasai asing:
Industri Rokok Kretek
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comIndustri rokok kretek salah satu sektor yang masuk ke dalam daftar negatif investasi (DNI). Bidang usaha ini tak lama lagi dapat dikuasai 100 persen oleh pihak asing.
Indonesia menjadi satu-satunya negara yang memproduksi rokok kretek menggunakan tangan pekerjanya, dengan bukan mesin. Campuran kretek dan cengkeh dalam setiap bungkus rokoknya juga menjadi salah satu warisan budaya Indonesia karena aromanya yang khas.
Industri Crumb Rubber
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPemerintah merevisi daftar negatif investasi (DNI) untuk mendorong penanaman modal dalam negeri maupun asing agar berinvestasi. Industri Crumb Rubber salah satu bidang usaha yang masuk DNI.
Bidang usaha ini masuk DNI karena selama tahun 2012-2016 penambahan industri tersebut hanya bertambah satu unit saja, dari 201 perusahaan menjadi 202 perusahaan. "Jadi, relaksasi DNI ini terbuka untuk PMA dan PMDN, kemudian ada yang khusus untuk UMKM dan ada juga yang asing dibatasi. Yang dibuka karena tidak ada investasi dalam tiga tahun terakhir atau investasi tidak signifikan," kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.
Pelatihan kerja
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSektor usaha pelatihan kerja juga bisa dikuasai asing pengelolaannya. Di dalam negeri, minat investasi sektor ini memang kecil.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, banyak manfaat yang didapat ketika asing berinvestasi di Indonesia. Salah satunya peningkatan pengetahuan. "Jadi, kita akan mendapat manfaat dari transfer teknologi, peningkatan pengetahuan dan keahlian tenaga kerja, serta perluasan jaringan usaha," imbuhnya.
Industri Rokok Putih
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBukan cuma Industri Rokok Kretek, sektor usaha rokok putih juga bisa sepenuhnya dikelola pihak asing. Perlu diakui pangsa pasar industri rokok putih di Indonesia memang sangat kecil, hanya sekitar 6 persen.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya