Menguat ke Rp 12.900, pelemahan Rupiah diyakini sementara
Merdeka.com - Setelah sempat menembus level Rp 13.022 per USD, Rupiah mulai menguat perlahan. Kurs tengah Bank Indonesia hari ini mencatat, Rupiah berada di kisaran Rp 12.983 per USD.
Pemerintah semakin tidak khawatir dengan fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Untuk kesekian kalinya Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil menegaskan bahwa pelemahan Rupiah tidak berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia.
Sofyan yakin kondisi ini hanya sementara lantaran adanya kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau The Fed dan pembayaran utang dengan mata uang Dolar AS.
"Sejauh ini internal kita semua oke, lihat pasar modal. Pelemahan Rupiah ini karena ekspansi pasar kenaikan suku bunga The Fed ini ciptakan kisruh di pasar. Kemudian banyak perusahaan bayar utang untuk bayar utang. Ini temporary kok," ujar dia yang ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat (6/3).
Meskipun begitu, pemerintah menegaskan tetap memperhatikan pergerakan Rupiah terhadap dolar AS. Sejauh ini pelemahan Rupiah lebih disebabkan faktor eksternal. Untuk itu, pemerintah bakal melakukan pengawasan di internal melalui Bank Indonesia.
"Kita watch out dan melihat masalah tersebut. Internal kita perbaiki dan eksternal juga kita awasi," ucapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya