Mengintip proyek pasar tradisional rasa mal ala Pemerintah Jokowi
Merdeka.com - Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengungkapkan pemerintah ingin merevitalisasi pasar tradisional menjadi sekelas mal. Dia berharap proyek ini mendapat dukungan dari pengusaha melalui dana corporate social responsibility (CSR).
"Jadi mal desa, di situ lengkap," kata Mendag Enggar, di Museum Nasional, Jakarta, Rabu (4/10).
Nantinya, di pasar rasa mal ini, tidak diperbolehkan toko ritel modern masuk. Kecuali, jika toko ritel modern ini menjual produk-produk dari UKM.
"Tidak boleh masuk Alfamart, Indomaret, Hero, Hypermart. Tidak boleh kalau (pedagang) mendapatkan barangnya dari gerai modern. Kalau dia mau dapatkan dari yang lain silakan," ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah telah mencanangkan merevitalisasi 1.000 pasar setiap tahun atau 5.000 pasar selama 5 tahun hingga 2019.
Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menegaskan pemerintah sangat serius revitalisasi pasar rakyat. Menurutnya, pasar merupakan penggerak utama perekonomian rakyat.
Selain itu, pihaknya berkewajiban menata pasar rakyat karena ekonomi kerakyatan identik dengan pasar rakyat.
Deputi Produksi dan Pemasaran Wayan Dipta mengatakan revitalisasi pasar sudah dilakukan Kemenkop UKM sejak 2003 dengan total 567 pasar rakyat. Dalam dua tahun terakhir saja ada 150 pasar rakyat yang direvitalisasi.
Kementerian mengalokasikan Rp 80,5 miliar untuk revitalisasi 85 pasar rakyat pada 2016 dan sebelumnya 65 pasar pada 2015. Selain itu, Kementerian juga mendapat alokasi membangun 50 pasar rakyat dalam pagu indikatif APBN 2017 dengan nilai Rp 950 juta tiap pasar.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya