Mengintip persiapan RI jadi tuan rumah pertemuan IMF-Bank Dunia
Merdeka.com - Pemerintah Indonesia saat ini bersiap menggelar acara pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB) dijadwalkan Oktober 2018 mendatang di Nusa Dua, Bali. Berbagai persiapan-pun dilakukan.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi akan melakukan persiapan dari sisi transportasi dalam acara pertemuan tahunan ini. "Dari Kementerian Perhubungan sendiri, kami perannya menyiapkan transportasi terutama bandara," kata Budi usai rapat koordinasi di Jakarta seperti ditulis Antara, Senin (13/3).
Selain Menhub Budi Karya, rapat koordinasi itu dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoli dan Dirjen Imigrasi Kemenkumham Franky Sompie.
"Jadi kami minta panitia memastikan berapa yang pakai pesawat umum, lalu yang pribadi dan dari negara mana, supaya kita atur secara lebih efisien. Karena Bali kan terbatas," imbuhnya.
Sementara itu, Rudiantara mengatakan, pihaknya akan mengkonversi hotel tempat para delegasi menginap menjadi kantor mereka sepanjang pertemuan tersebut.
"Mereka pindahkan 'kantor', karena ada 1.500 staf Bank Dunia-IMF yang akan 'berkantor' di Nusa Dua. Jadi kita harus mengkonversi hotel menjadi kantor. Persiapan infrastruktur terutama," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengetuai panitia penyelenggaraan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB) 2018 sebagaimana ditunjuk Presiden Joko Widodo.
Menurut Luhut tugasnya hanya mengurus agar acara yang digelar 12-14 Oktober 2018 di Nusa Dua, Bali, itu berjalan lancar.
Tugas lainnya, lanjut mantan Menko Polhukam itu yakni untuk memanfaatkan momentum tersebut guna mendongkrak pariwisata Indonesia. "Jadi bagaimana saya bisa memanfaatkan 18.000 orang yang hadir itu bisa pergi jadi turis di Indonesia," katanya.
Lebih lanjut, Luhut mengatakan tugasnya sebagai ketua panitia penyelenggara adalah memanfaatkan kunjungan para pimpinan perusahaan yang datang dalam pertemuan itu agar bisa menanamkan modal di Indonesia.
"Substansinya itu nanti Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) dan Pak Agus (Gubernur Bank Indonesia)," katanya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya