Mengintip dampak putusan Presiden Trump soal Yerusalem pada ekonomi Indonesia
Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sudah mengakui secara resmi bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Israel. Presiden Trump menjelaskan, pemindahan Kedutaan Besar AS akan segera berproses.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam keras keputusan Presiden Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Presiden Jokowi berpandangan, keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia.
Mantan Wali Kota Solo ini menegaskan, pemerintah dan rakyat Indonesia konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina. "Sampai sekarang ini masih dongkol dan jengkel," kata Presiden Jokowi.
Pakar Ekonomi Raden Pardede mengatakan, pernyataan Trump dapat berimbas terhadap situasi politik dan ekonomi di Asia. "Misalkan minyak jadi naik tinggi?" kata Raden Pardede.
Jika harga minyak naik akibat reaksi negara-negara Timur Tengah, maka dipastikan akan berdampak pada dunia, termasuk Indonesia. Apalagi Indonesia merupakan pengimpor minyak, yang secara ekonomi akan berdampak pada situasi politik dan ekonomi dalam negeri.
"Persoalannya juga termasuk buat Indonesia. Indonesia juga importir minyak kan. Jadi pengaruhnya ke kita berat. Pada saat yang sama, kalau kita tidak bisa menyesuaikan harga di dalam negeri dengan BBM dinaikkan, protes. Kan tambah sulit," tambahnya. (mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya