Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Risiko dan Imbal Hasil dari Investasi Emas dan Deposito

Mengenal Risiko dan Imbal Hasil dari Investasi Emas dan Deposito Deposito Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Perencana keuangan Prita Hapsari Ghozie sebetulnya tidak bisa membandingkan produk-produk investasi satu sama lain. Sebab, masing-masing punya karakter tersendiri yang berbeda dengan produk investasi lain. Misalnya, investasi emas dan deposito. Kedua jenis investasi tersebut tidak bisa dibandingkan mana yang lebih baik.

"Jadi saat kita berinvestasi prinsipnya pasti ada risiko. Tidak mungkin investasi tidak ada risiko. Risiko yang kita kenal ada risiko likuiditas, risiko gagal bayar, dan risiko fluktuasi," ungkap dia, saat ditemui, di Jakarta, Rabu (18/9).

Alasan pertama, sebab keduanya memiliki jenis risiko yang berbeda. Investasi emas memiliki risiko fluktuasi harga. Sementara investasi di deposito memiliki risiko likuiditas dan gagal bayar.

"Deposito dan emas itu punya risiko yang berbeda. Deposito risikonya likuiditas dan gagal bayar. Kalau banknya collapse, duit kita tidak balik. Emas itu agak beda, karena risikonya fluktuasi harga. Tapi pada saat dia pegang fisik emasnya, maka itu menjadi milik dia. Dia tidak tergantung pada pihak ketiga," ujar dia.

Alasan kedua, terkait dengan return atau imbal hasil yang didapatkan dari dua jenis investasi tersebut. Imbal hasil yang berbeda membuat investasi emas dan deposito tidak dapat dibandingkan satu sama lain.

"Itu beda sekali. Tidak bisa. Karena deposito memberikan keuntungan dalam bentuk penghasilan tiap bulan. Kalau emas itu dia memberi keuntungan dari selisih harga beli dengan harga jual. Itu saja sudah lain sekali," tandasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP