Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengejutkan, China alami defisit perdagangan pertama dalam 3 tahun

Mengejutkan, China alami defisit perdagangan pertama dalam 3 tahun China. © Chinese-Flag.org

Merdeka.com - China mencatatkan defisit perdagangan pertama bulanan dalam tiga tahun terakhir pada Februari 2017. Defisti terjadi akibat lonjakan terbesar pertumbuhan impor sejak 2012. Lonjakan impor tersebut terjadi karena kekuatan permintaan atas berbagai macam dagangan, dari bijih besi, minyak mentah, hingga batu bara.

Ekspor China pada Februari secara tidak terduga turun 1,3 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. Di sisi lain, impor tumbuh 28,1 persen, jauh di atas perkirakan pengamat ekonomi, kata data bea cukai pada Rabu.

Ketidak-berimbangan angka pertumbuhan perdagangan itu membuat China mengalami defisit USD 9,15 miliar untuk Februari, kata lembaga negara urusan bea cukai seperti ditulis Antara.

Pengamat ekonomi China memperingatkan bahwa kecenderungan pelonjakan impor pada Januari dan Februari adalah distorsi dari libur panjang tahun baru China, saat sektor usaha mengalami perlambatan menjelang periode tersebut.

Selain itu, banyak perusahaan juga mengurangi kapasitas opesinya atau tutup pada periode yang sama. Liburan tahun baru China dimulai akhir Januari pada tahun ini dan Februari pada tahun lalu.

Ekspor China selama dua bulan Januari dan Februari naik sebesar empat persen dibanding tahun lalu, sementara impor melonjak 26,4 persen. Ini menunjukkan adanya kekuatan permintaan yang besar di dalam negeri dan luar negeri, meskipun terdapat distorsi musim liburan.

Sejumlah analis yang diwawancara Reuters sempat memperkirakan bahwa laju barang keluar dari negara eksportir terbesar di dunia tersebut, pada Februari akan naik 12,3 persen, setelah sebelumnya juga naik 7,9 persen pada Januari.

Pada kenyataannya, ekspor justru turun 1,3 persen. Pengulas sama juga memperkirakan China masih akan mengalami surplus perdagangan sebanyak USD 25,75 miliar pada Februari, sedikit turun dari surplus pada Januari sebesar USD 51,35 miliar.

Tidak ada yang menduga China akan mengalami defisit perdagangan. Pengulas tersebut yakin, China bisa meraih keuntungan perdagangan dari Amerika Serikat, yang menerapkan kebijakan proteksionis di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP