Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menengok perbedaan pemberian Bansos di era Jokowi

Menengok perbedaan pemberian Bansos di era Jokowi Jokowi bantuan sosial di Tarakan. ©Setpres RI/Laily

Merdeka.com - Anggota Komisi XI DPR RI, Amir Uskara, mengapresiasi langkah pemerintah Jokowi-JK dalam menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) secara non tunai. Langkah ini dinilai bisa menutupi kekurangan penyaluran Bansos selama ini.

Menurutnya, penyaluran secara non-tunai akan lebih mendengkatkan masyarakat kepada industri keuangan. Selain itu, penyimpangan penyaluran Bansoa juga bisa diatasi.

"Istilahnya dulu BLT, sekarang ini program pemerintah secara non-tunai bisa sampai ke tangan penerima tanpa potongan. Ini perbaikan sangat baik dan meningkatkan inklusi keuangan. Industri keuangan seperti bank sampai ke masyarakat," katanya dalam acara edukasi agen penyalur bansos yang diselenggarakan OJK di Makassar, Selasa (21/2).

Penyaluran non-tunai nantinya akan menggunakan kartu. Masyarakat penerima manfaat akan diberikan kartu dengan saldo yang bisa digunakan untuk membeli kebutuhan pokok. Pemerintah juga telah bekerja sama dengan Bulog dalam memenuhi ini.

"Sistem rekening ini kalau belanja gampang, kalau uang di bank dan mau belanja gak penting, jadi gak belanja. ini target pemerintah. Masyarakat bisa menabung," katanya.

Selain itu, penyaluran beras sejahtera secara non-tunai akan menghapus penyimpangan. Misalnya, jatah beras sejahtera 15 kg tapi dulu yang diterima masyarakat cuma 10 Kg saja.

"Alasan pengelola macam-macam. Ini sekarang jadi solusi terbaik, tepat sasaran dan tidak seperti dulu lagi," katanya.

Dia juga mengapresiasi langkah OJK mendidik atau melakukan edukasi kepada para agen penyalur. "Edukasi juga akan diajarkan mengelola uang, bisa menyimpan dan lainnya."

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP