Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menengok Pembuatan Kerajinan Dreamcatcher di Kampung Tepi Siring

Menengok Pembuatan Kerajinan Dreamcatcher di Kampung Tepi Siring Kerajinan Dreamcatcher di Bali. ©2018 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Kampung Tepi Siring, Badung, Bali, diramaikan dengan pengrajin dreamcatcher. Kerajinan ini merupakan sebuah hiasan dinding yang khas dengan bulu ayam warna-warni.

Seorang pengerajin Abu Zaini yang sudah 4 tahun menekuni kerajinan dreamcatcer tersebut mengatakan bahwa dalam pembuatan dreamcatcher para pengerajin menggunakan pipa bekas yang telah dipotong sesuai ukuran yang dibutuhkan. Lalu, dirajut seperti sarang laba-laba dan dihiasi pernak-pernik seperti monte.

Abu menjelaskan, bahwa bulu yang digunakan pun beragam, mulai dari bulu Merpati, Angsa, Bebek dan Ayam, dengan ukuran dan kualitas bulu yang berbeda. Sehingga, harganya pun beragam.

"Umumnya kalau ukuran yang paling kecil ( 4 sentimeter) dihargai Rp 5.500 per buah dan yang paling besar (50 sentimeter) itu Rp 75.000 per buah. Namun, itu tergantung juga dengan banyak bulu dan kualitas bulunya. Semakin banyak bulu yang digunakan, semakin besar ukuran dan semakin bagus kualitas, harganya juga bertambah," ucap Abu Zaini, Minggu (2/12).

Pengrajin lain bernama Khusnul bercerita dalam satu hari dia bisa membuat 200 dreamcatcher. Sementara upahnya merangkai dreamcather dihargai Rp 200 per hari, dengan kuantitas yang beragam.

Khusnul juga bercerita bahwa kebanyakan pengerajin di Tepi Siring adalah para ibu rumah tangga yang mengisi waktu luang.

Konon, dreamcatcer sendiri diminati oleh para turis mancanegara karena dipercayai dapat menangkal hal-hal buruk yang akan masuk ke rumahnya. Beberapa di antaranya menggantungkan dreamcatcer di depan pintu masuk atau halaman rumahnya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP