Menengok nilai perdagangan senjata Indonesia
Merdeka.com - Nilai perdagangan senjata dan amunisi dunia cukup membuat kita tercengang. Banyak negara membeli senjata demi memperbesar kekuatan militernya.
Arab Saudi menjelma menjadi importir senjata terbesar di dunia, melampaui India. Penyebabnya tak lain karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Karena itu Arab Saudi merasa perlu memodernisasi militernya. Nilai impor senjata Arab Saudi sepanjang 2014 meningkat menjadi USD 6,4 miliar. Sementara, nilai impor senjata India mencapai USD 5,57 miliar.
Indonesia juga 'terlibat' dalam bisnis jual beli senjata dunia. Tiap tahun Indonesia mengirimkan senjata buatan dalam negeri ke berbagai negara. Namun, nilai ekspor senjata dan amunisi Indonesia tergolong kecil yaitu rata rata USD 4 juta per tahunnya.
Dilansir dari data yang diolah Kementerian Perdagangan, pada 2010 Indonesia mengekspor senjata dan amunisi sekitar USD 4,3 juta setara dengan Rp 56,1 miliar. Kemudian 2011, ekspor senjata Indonesia turun menjadi USD 2,6 juta setara dengan Rp 33,9 miliar. Satu tahun kemudian ekspor senjata kembali naik mencapai USD 6,7 juta setara Rp 87,4 miliar.
Ekspor senjata dan amunisi Indonesia kembali lesu di 2013 yaitu hanya USD 1,1 juta setara dengan Rp 14,3 miliar. Tahun lalu, nilai ekspor senjata kembali naik menjadi USD 4,1 juta setara dengan Rp 53,5 miliar. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya