Menengok dampak ambruknya Rupiah sentuh level Rp 14.818 per USD
Merdeka.com - Pergerakan nilai tukar mata uang negara berkembang seperti Indonesia dan Malaysia cenderung menurun setiap harinya. Merosotnya nilai tukar terjadi karena kekhawatiran terus menerus soal kesehatan ekonomi China.
Selain itu, ambruknya nilai tukar juga terjadi karena gejolak ekonomi global yang memberi sentimen risiko yang menghantam nilai tukar mata uang kedua negara.
Data Bloomberg index mencatat, perdagangan kemarin, Selasa (29/9), nilai tukar Rupiah sempat menyentuh titik terendah di level Rp 14.818 per USD pada pukul 11.20 WIB. Padahal, pagi itu Rupiah dibuka hanya Rp 14.727 per USD.
Perdagangan kemarin, Rupiah akhirnya ditutup di level Rp 14.691 per USD. Penutupan ini melemah dibanding hari sebelumnya, di mana Rupiah ditutup di level Rp 14.674 per USD.
Dilansir dari Reuters, merosotnya nilai tukar Rupiah kali ini menyentuh titik terendah sejak Juli 1998.
Tak hanya Rupiah, Ringgit Malaysia juga anjlok hingga menyentuh level terendah sejak Januari 1998. Ringgit Malaysia jatuh hingga menyentuh level RM 4,4650 per USD.
Nilai tukar dolar Singapura juga merosot ke level terendah dalam enam tahun terakhir di level 1,4335 dolar Singapura per USD.
Anjloknya nilai tukar memberi dampak beragam ke perekonomian Indonesia. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya