Menebak arah pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2017
Merdeka.com - Direktur Core Indonesia, Mohammad Faisal memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2017 masih akan relatif lambat dan diwarnai ketidakpastian. Target pertumbuhan ekonomi dunia yang berada pada kisaran 3,4 persen tahun depan, disebutnya masih penuh teka teki.
"Catatannya tahun depan masih diwarnai oleh ketidakpastian, terlebih dengan terpilihnya Donald Trump. Termasuk dengan kebijakan yang akan diambilnya," ujar Faisal di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (15/12).
Faisal mengatakan, ketidakpastian pertumbuhan ekonomi dunia disebabkan oleh merosotnya ekonomi beberapa mitra dagang terbesar yang menyumbang ekonomi dunia. Beberapa di antaranya adalah Eropa dan China.
"Kedua negara ini mengalami perlambatan pertumbuhan di tahun 2016. Hal ini membuat pertumbuhan Ekonomi dunia tidak stabil," ungkap Faisal.
Faisal menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Eropa tahun ini yang mencapai 1,7 persen akan menurun tahun depan menjadi 1,5 persen. Sedangkan China yang diprediksi bisa tumbuh ke 7 persen tahun depan, hanya akan menyentuh angka 6,2 persen. Namun, Amerika Serikat yang tumbuh 1,6 persen tahun ini, akan tumbuh 2,2 persen tahun depan.
"Sementara untuk Jepang walau hanya 0,6 persen tapi itu ada sedikit perbaikan karena selama ini minus," imbuh Faisal.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya