Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mendag Zulhas Pastikan Harga Beras Bulog Tak Naik

Mendag Zulhas Pastikan Harga Beras Bulog Tak Naik beras bulog. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memastikan harga beras Bulog tak akan naik meski harga gabah mengalami kenaikan. Hal ini dikarenakan, beras Bulog disubsidi oleh pemerintah sehingga harganya tetap terjangkau masyarakat.

"Harga gabah naik, oleh karena itu sedikit naik. Tetapi beras yang Bulog dijamin harganya," ujarnya saat ditemui di Kementerian Perdagangan, Selasa (11/10).

Meski demikian, dia tak menjamin kalau beras premium bisa dijaga, karena beras premium mengikuti mekanisme pasar. Artinya, tidak ada intervensi pemerintah terkait harga jual beras tersebut.

"Kalau premium kan seperti minyak goreng yang brand, memang itu selera, tapi yang Bulog itu harganya tetap tidak berubah, kalau ada kenaikan tentu ditanggung, disubsidi oleh pemerintah," ungkapnya.

Plt Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra menuturkan sudah ada langkah yang dilakukan. Misalnya, Badan Pangan Nasional yang sudah menyesuaikan harga acuan pembelian gabah. Artinya, ada keuntungan pembelian di tingkat petani.

"Kalau dari data yang disampaikan teman-teman di kementerian lain yang terkait itu produksi kita masih surplus, jadi kita minta supaya Bulog segera menyerap, kan produksi banyak," terangnya.

Saat ini pemerintah masih menguasai stok beras di Perum Bulog sekitar 700 ribu ton. Sedangkan, data riil stok beras yang ada di masyarakat ataupun di Bulog sebanyak 2 juta ton. Dengan begitu, ia memastikan stok ini cukup hingga akhir tahun.

"Kalau data yang kita terima, termasuk yang di masyarakat segala macem itu angkanya di atas 2 juta ton. Cukup sampai akhir tahun? Cukup lah," jelasnya.

Mengutip Panel Harga Badan Pangan Nasional, harga beras premium rata-rata berada di angka Rp 12.630 per kilogram. Sementara, beras medium rata-rata berada di angka Rp 11.090 per kilogram. Harga beras medium paling tinggi berada di Sumatera Barat dengan Rp 13.400 per kilogram. Mengacu pada grafik yang ditampilkan, terjadi tren kenaikan harga beras sejak Juli 2022.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP