Mendag ungkap sebab harga barang di dua pasar berdekatan bisa beda
Merdeka.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pemerintah masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola harga pangan di Indonesia. Hal ini disebabkan masih panjangnya mata rantai pasokan yang mengakibatkan harga pangan menjulang tinggi.
"Mata rantai membentuk harga yang berlebihan. Harga bawang di satu pasar Rp 14.000 per kg bisa berbeda jauh dengan pasar lainnya dengan jarak 10 km dan 30 km, bisa menjadi Rp 40.000," kata Menteri Enggar di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (5/1).
Dengan demikian, pemerintah akan memangkas mata rantai tersebut, dimulai dari beberapa produk olahan. Salah satunya dengan mengatur pihak distributor pangan, agar pasokan pangan bisa langsung diberikan dari petani ke konsumen.
"Jadi, kita ikat di ujungnya, harga jualnya adalah sekian. Kita atur, Anda jualannya ke mana dan langsung. Bulog, dalam penyaluran daging, langsung dengan asosiasi distributor daging, tidak lewat perantara. Sehingga pembentukan harga teratasi," imbuhnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita untuk membangun infrastruktur pemasaran pasca panen. Salah satunya dengan menyiapkan logistic platform dan retail platform, guna meningkatkan efisiensi dan memotong mata rantai.
"Dalam dunia IT yang sekarang ini kita hadapi. Tanpa itu jangan berharap ada efisiensi. Sehingga mata rantai di lapangan pemasaran yang sekarang dikuasi tengkulak bisa dipendekan dengan kita membangun sebuah logistic platform dan retail platform," kata Jokowi di Jakarta, Kamis (5/1).
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya