Mendag Tom Lembong tak setuju subsidi ekspor dicabut
Merdeka.com - Menteri Perdagangan Thomas Lembong akui kebijakan pencabutan subsidi ekspor pada sektor pertanian membuat peta persaingan perdagangan menjadi tidak sehat. Gagasan itu termuat Dalam Konferensi Tingkat Menteri (KTM) World Trade Organization (WTO) ke-10 di Nairobi, Kenya.
"Contoh tidak sehat di mana pelaku yang kaya raya subsidi melawan negara berkembang sulit subsidi. Secara umum kami menilai itu baik, terus terang kenapa subsidi ekspor harus dihapuskan karena kecenderungan negara yang memberikan subsidi ekspor adalah negara-negara kaya," kata Thomas di Kantor KPPU, Jakarta, Senin (21/12).
Menurut dia, pencabutan subsidi ekspor ini bakal menekan negara-negara berkembang seperti Indonesia. Dia pun mengakui Indonesia tak siap mengatasi pencabutan subsidi tersebut.
"Tentunya subsidi ekspor akan menekan negara berkembang di bidang pertanian seperti kita (Indonesia). Jadi jika dikatakan Indonesia tidak siap hadapi itu, saya pikir iya," kata dia.
Thomas menjelaskan WTO harus tegas mengklarifikasikan kategori subsidi ekspor dan pendukung domestik. Apalagi, subsidi ekspor yang dilakukan saat ini didominasi negara-negara kaya dan maju.
"Harus lebih emosional lagi yang dilakukan WTO dan harus menyentuh. Diman domestik support bukanlah subsidi support. Kita tidak mau berantem soal itu sementara ini," pungkas dia. (mdk/sau)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya