Mendag: Terima Kasih Toyota, Daihatsu, Anda sudah bikin macet!
Merdeka.com - Ibu Kota Jakarta identik dengan persoalan kemacetan yang tak kunjung menemukan solusi. Pertumbuhan produksi dan penjualan kendaraan bermotor dituding jadi biang keladi kemacetan di Jakarta.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengakui bahwa pesatnya pertumbuhan industri otomotif di Tanah Air yang acap kali membuat kemacetan Ibu Kota. Luthfi sadar produksi otomotif tidak bisa dibatasi.
Sambil menyindir produsen otomotif soal kemacetan, Lutfi meminta agar produksi mobil tidak terfokus dipasarkan di dalam negeri.
"Terima Kasih Toyota, terima kasih Daihatsu, Anda bikin macet Jakarta. Tapi mudah-mudahan dengan ekspor, perintah saya, Anda juga membuat macet di negara lain," ujar Luthfi saat pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS), di Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (18/9).
Luthfi tidak menampik, banyaknya investor sektor industri otomotif di dalam negeri mampu menambah penerimaan negara. Namun di sisi lain, tingkat konsumsi otomotif semakin besar. Mantan Duta Besar Indonesia untuk Jepang ini menyebut, data 2012, dari seribu penduduk Jakarta hanya 37 orang yang menggunakan mobil.
"Di Jepang dari seribu orang, punya 582 mobil. Di Thailand, 1.000 orang, ada 179 mobil. Di 2012 Jakarta hanya 37 berbanding 1.000. Artinya, traffic di kota Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota besar lainnya di Indonesia, di masa yang akan datang akan lebih parah 4 kali lipat kalau hanya dengan standar Thailand," ucapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya