Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mendag tak ambil pusing Samsung pilih bangun pabrik di Vietnam

Mendag tak ambil pusing Samsung pilih bangun pabrik di Vietnam Thomas Trikasih Lembong. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Menteri Perdagangan, Thomas Lembong memperkirakan sektor jasa akan semakin kompetitif di abad 21 ini. Alasannya, teknologi semakin maju membuat ketatnya persaingan dan berdampak pada persaingan jasa.

"Menurut saya ini belum mendapat perhatian yang cukup. Karena teknologi, anjlok harga, persaingan, dan itu barang menjadi murah. Seperti contoh Ipad yang saya bawa ini tadi USD 700, 10 tahun lagi bisa USD 70 saja," ujar Lembong dalam sambutannya dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (27/1).

Lembong juga meminta agar pemerintah maupun masyarakat tidak ambil pusing dengan keputusan Samsung yang memilih Vietnam sebagai pelabuhan untuk membangun pabrik. Dia meminta agar pemerintah fokus memanfaatkan potensi yang bisa dikembangkan di tanah air.

"Jangan nangis-nangis karena Samsung pilih Vietnam daripada kita. Tidak usah nangis-nangis, kita langsung lompat saja ke aplikasi, software, komunitas. Ini potensi akan sangat besar," kata dia.

Selain itu, kata Lembong, Indonesia harus berbangga karena memiliki budaya yang santun dan menyenangkan, termasuk dalam sektor jasa. Menurut dia, ada beberapa negara yang memiliki budaya agresif dan kurang menyenangkan.

"Justru di era jasa sangat berperan yang penting itu budaya. Jasa itu tidak mungkin banyak disediakan oleh robot. Tapi jasa-jasa yang memerlukan sentuhan manusia itu akan semakin bernilai saya melihat sentuhan yang luar biasa. Kalau boleh berkata, Batik, Tenun ini bukan cuma formalitas, bukan cuma permukaan tetapi juga mencerminkan kebudayaan kita. Ini yang perlu dilestarikan di saat ekonomi semakin maju," pungkas dia.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP