Mendag stres harga telur terlalu murah, peternak terancam bangkrut
Merdeka.com - Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, melakukan pantauan ke Pasar Baru Keranggot, Jombang, Cilegon, Banten. Adapun pantauan ini dilakukan untuk mengetahui harga bahan pokok di pasar tradisional menjelang Lebaran.
Terpantau harga beberapa bahan pokok stabil bahkan cenderung turun. Misalnya bawang putih dan bawang merah turun dan stabil di harga Rp 30.000 per kilogram (Kg), daging sapi segar Rp 105.000 per Kg, gula pasir Rp 12.500 per Kg.
Di Pasar Baru Keranggot, minyak goreng curah dijual Rp 10.000 per liter, lebih murah dibanding Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah yaitu Rp 10.500 per liter.
Meskipun gembira dengan hasil pantauan tersebut, Menteri Enggar mengaku sedih dengan harga telur ayam yang menurutnya terlalu murah. Di Pasar Baru Keranggot, telur ayam dijual pada kisaran Rp 19.000 sampai Rp 20.000 per Kg.
"Yang bikin saya stres adalah telor, karena telor Rp 19.000 sampai Rp 20.000," ungkapnya di Pasar Baru Keranggot, Cilegon, Banten, Kamis (15/6).
Sesungguhnya, dia berharap agar harga telur sedikit mengalami kenaikan. Mengingat harga penjualan yang diminta dari peternak minimal sebesar Rp 18.000 per Kg.
"Saya minta dari peternaknya itu Rp 18.000, dan ini dia (pedagang di pasar Baru Keranggot) ambil sudah mata rantai kedua dan ketiga, harganya Rp 18.000, artinya dari peternaknya Rp 15.600, Rp 15.700," jelasnya.
"Jadi terlalu rendah kasian nih peternaknya. Kita harapkan penjualan agak meningkat, harganya terdongkrak agak naik. Kasihan pada peternak," katanya.
Maka dari itu, dia mengaku tidak masalah jika harga telur sedikit naik, bahkan hingga kisaran Rp 22.000 sampai Rp 24.000 per Kg. "Ya kalau harga di pasar Rp 22.000 sampai Rp 24.000 masih wajar. Karena kalau tidak, bangkrut dia. Peternak kecil bangkrut," pungkasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya