Mendag soal harga minyak premium: Lewatkan saja, saya tidak peduli
Merdeka.com - Pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng kemasan sebesar Rp 11.000 per liter. Sementara, pemerintah tak ikut mengatur harga minyak goreng premium.
"Itu yang premium saya lewatkan saja. Premium mau jual berapa saya enggak peduli saya konsentrasi dulu yang ke rakyat dulu saja, yang rakyat rasakan secara langsung. Sama kaya daging sekarang daging Wagyu mau jual Rp 2 juta juga terserah," kata Menteri Enggartiasto usai melakukan kunjungan di PT Mikie Oleo Nabati Industri Barat, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/4).
Mendag menegaskan saat ini, pemerintah hanya fokus untuk memberikan harga murah minyak goreng kepada seluruh rakyat Indonesia. Hal ini untuk menciptakan rasa keadilan.
"Dari hasil pantauan kita ada Rp 11.000, Rp 11.500 ini harga rata sampai di Papua. Kalau ini sudah ada mereka akan turun sama seperti rumus gula, semua satu harga biar ada keadilan," katanya.
Sementara itu, Manajer Humas Korporasi PT Mikie Oleo Nabati Industri, Rapolo Hutabarat mengatakan pihaknya akan menerapkan harga sesuai dengan HET Kemendag.
Pada hari ini, pihaknya sebanyak 72.000 liter. Penyaluran baru disalurkan ke Indomaret, khusus Jakarta-Bogor-Depok-Tengerang-Bekasi (Jabodetabek).
"Kami akan penuhi kewajiban kami dari Grup Musimas, satu juta liter. Hari ini, 72.000 liter disalurkan ke ritel Indomaret dari pabrik ini saja," jelas Rapolo.
Dia menambahkan saat ini stok minyak curah dalam tangki 2.470 ton. Sedangkan, di dalam kemasan baik untuk premium dan sederhana, stoknya ada 1.017 ton. Kapasitas produksi kemasan sederhana saja ada 650.000 liter per bulan. Jadi, kapasitas sekarang 1800 dus per hari.
"Kapasitas gudang penyimpan 2.400 ton. Luas gudang 4728 meter persegi. Luas lahan ada 13 hektar. Tenaga kerja yang terlibat 400 orang," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya