Mendag Lutfi Sebut Harga Minyak Goreng akan Naik di Periode Supercycle
Merdeka.com - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyebutkan, Indonesia akan memasuki periode supercycle pada masa pandemi Covid-19, di mana harga beberapa komoditas seperti minyak goreng akan naik secara signifikan. Supercycle dapat didefinisikan sebagai periode lonjakan permintaan untuk beragam komoditas, yang menyebabkan lonjakan harga. Kondisi ini biasanya akan diikuti oleh jatuhnya permintaan.
Menurutnya, ekonomi Indonesia secara makro akan terdorong dengan adanya fenomena supercycle, berkat kenaikan harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO). Tapi di sisi lain, harga komoditas seperti minyak goreng justru akan naik.
"Jadi secara makro, ekonomi Indonesia terbantu karena kita penjual CPO terbesar di dunia, tetapi secara mikronya memang ada kenaikan harga minyak goreng ini karena harga feedstock-nya, harga pasokan utamanya naik luar biasa," jelasnya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (7/4).
Kendati begitu, dia meyakinkan jika supercycle ini sebenarnya akan membawa banyak manfaat bagi perekonomian Indonesia. Penilaian itu diberikannya dengan dasar bahwa Indonesia pernah mengalami supercycle selama 10 tahun pada periode 2004-2014.
"Ini sebenarnya membawa banyak juga manfaat bagi perekonomian Indonesia, karena harga BBM, harga minyak yang tadinya USD 13 bisa jadi USD 55 dengan kenaikan hampir 7 kali lipat pada tahun 2020, antara bulan Maret sampai bulan Desember," paparnya.
Meski demikian, fenomena supercycle ini secara tidak langsung memang akan menyebabkan beberapa barang komoditas di Indonesia jadi naik, salah satunya harga minyak goreng.
"Minyak goreng kita tuh naik nih dari Rp 10 ribu jadi Rp 12 ribu, bahkan Rp 13 ribu kemarin di Kota Padang. Kenapa? Karena harga CPO-nya yang Indonesia penjual terbesar di dunia, yang biasanya USD 600-700 hari ini lebih dari USD 1.000," pungkas Mendag Lutfi.
Harga BBM Tak Melonja
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKendati begitu, Mendag Lutfi menyatakan, fenomena supercycle ini tidak akan berdampak terhadap lonjakan harga BBM. Menurut pantauannya, stok BBM di PT Pertamina (Persero) masih mencukupi.
"Kalau saya lihat BBM dalam negeri tidak ada pelonjakan, suplainya cukup seperti diutarakan Pertamina, dan kita melihat bahwa ini tidak ada apa-apa," ujar Mendag Lutfi.
Namun, dia menyoroti, ada beberapa komoditas lain yang harganya akan naik dalam periode supercycle, seperti minyak bumi, gas alam cair (liquefied natural gas/LNG), bijih besi, dan tembaga.
Dia menjelaskan, Indonesia sebenarnya pernah mengalami masa supercycle selama 10 tahun pada rentang waktu 2004-2014. Tidak selalu membawa dampak negatif, fenomena tersebut juga dapat membawa berkah untuk ekonomi makro Indonesia, seperti kenaikan harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).
"Ini bukan kali pertama Indonesia menghadapi periode supercycle. Beberapa tahun lalu, Indonesia telah mengalaminya dan seperti periode sebelumnya, periode supercycle kali ini diharapkan juga akan membawa keberuntungan dan dampak positif bagi perekonomian Indonesia," tutur Mendag Lutfi.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya