Mendag Lutfi Pasang Badan di Polemik Impor Beras: Salahkan Saja Saya
Merdeka.com - Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi pasang badan terkait polemik impor beras. Menurutnya, jika ada pihak yang harus disalahkan, itu adalah dirinya.
"Saya tidak melihat perbedaan antara Kemendag, Kementan, Bulog, atau Kemenko Perekonomian. Saya minta kalau salah, salahkan saja saya," ujarnya seperti dikutip dari akun Youtube Kementerian Perdagangan, ditulis Sabtu (20/3).
Selain itu, dia juga memastikan akan selalu berkoordinasi dengan komisi IV sebagai mitra kerja di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). "Saya terima kasih komisi IV yang memberikan pandangan politiknya. Pasti kita perhatikan," tuturnya.
Mendag Lutfi menegaskan bahwa rencana impor beras ini adalah langkah antisipasi. Di mana sudah menjadi tugasnya lah untuk mempersiapkan yang terburuk.
Dia turut menjamin impor beras akan dilakukan tanpa menghancurkan harga beras lokal. "Saya jamin tidak ada impor beras untuk menghancurkan harga beras rakyat. Pasti. Ini komitmen," tegasnya.
"Tapi memang tugas saya sebagai mendag, memikirkan yang tak terpikirkan, memikirkan yang terburuk sesuai tugas dan tanggung jawab saya," tutupnya.
Rugikan Petani Kecil, Pemerintah Didesak Batalkan Rencana Impor 1 Juta Ton Beras
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comGuru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa mendesak, pemerintah untuk membatalkan rencana impor beras sebanyak 1 juta ton. Sebab, rencana impor tersebut telah melukai dan memberikan dampak besar terhadap petani-petani kecil.
"Yang pertama batalkan dulu keputusan tersebut. Karena keputusan ini tidak masuk akal,keputusan itu menyakitkan bagi para petani kecil jadi batalkan dulu," kata dia dalam diskusi Impor Beras Jadi atau Tidak?, Sabtu (20/3).
Dia menyarankan, kalaupun mau memutuskan kembali mengadakan rapat koordinasi terbatas tingkat menteri sebaiknya dilakukan di Juli dan Agustus mendatang. Sebab, di periode tersebut sudah mulai tampak luas tanam untuk musim tanam kedua, dan ada datanya.
"Sehingga kita bisa estimasi produksi dengan relatif lebih tepat bila di bulan Juli-Agustus tersebut sudah ada data yang relatif lebih tepat terkait data produksi 2021. Silakan kalau mau ditinjau lagi terkait keputusan tersebut kalau memang surplus ya ngapain impor kan? Tetapi kalau memang minus ya silakan," kata dia.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya