Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mendag Lembong prihatin perkembangan e-commerce Indonesia

Mendag Lembong prihatin perkembangan e-commerce Indonesia Thomas Lembong. ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengapresiasi pembentukan Forum Sistem Pembayaran Indonesia (FSPI)‎. Ini dinilainya bisa mendukung pertumbuhan perdagangan online (e-commerce) di Tanah Air.

Forum diinisiasi Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perdagangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu akan menggodok upaya peningkatan transaksi pembayaran non-tunai.

Seiring itu, Kemendag tengah menyusun rancangan Peraturan Pemerintah (PP) terkait transaksi perdagangan elektronik.

"Ini akan mengatur hak dan kewajiban transaksi perdagangan melalui sistem elektronik. Tentu kami akan koordinasikan secara erat dengan Bank Indonesia, OJK dan Kementerian Komunikasi dan Informasi," kata Thomas di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (27/8).

Dibanding negara maju, diakui Thomas, Indonesia terlambat mengembangkan e-commerce. Saat ini, kebanyakan masyarakat masih memanfaatkan media sosial untuk menjual produknya.

"Amerika terkenal dengan Amazon dan E-bay. Kemudian China punya Alibaba," katanya. "Jadi Saya pribadi prihatin dengan perkembangan e-commerce di Indonesia. Saya sadar sebagai kaum muda, teman-teman saya masih berjualan di facebook dan instragram."

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan‎, pada 2013, transaksi E-Commerce Indonesia mencapai USD 8 miliar. Diperkirakan, meningkat 300 persen menjadi USD 25 miliar pada 2016.

Sayangnya, peningkatan itu tak diimbangi dengan pemanfaatan transaksi pembayaran nontunai. Sebanyak 57 persen transaksi pembayaran dalam bentuk transfer via bank, 28 persen bayar tunai (cash on delivery).

"Baru sekitar 7 persen transaksi dilakukan menggunakan kartu kredit." (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP