Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mendag Lembong diminta Jokowi contek rantai distribusi negara lain

Mendag Lembong diminta Jokowi contek rantai distribusi negara lain Mendag Lembong dan Bupati Banyuwangi. ©2015 Merdeka.com/moch andriansyah

Merdeka.com - Menteri Perdagangan, Thomas Lembong, mengatakan dirinya diminta Presiden Joko Widodo untuk memutus rantai distribusi pangan. Salah satu caranya dengan meniru sistem distribusi negara lain.

"Jadi memang kami di Kemendag mengakui bahwa sistem distribusi rantai pasok masih belum optimal jadi pak presiden mengingatkan, negara-negara tetangga saja bisa. Kita kok tak bisa?," ujar Mendag Lembong di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Jumat (9/6).

Negara tetangga dalam menerapkan sistem distribusi dinilai lebih efisien dan tidak melalui sistem berlapis. "Jadi harus meniru negara-negara tetangga. Itu membutuhkan sarana dan informatika, transparansi harga sehingga orang bisa liat, dan perlu edukatif ke masyarakat,"‎ kata dia.

"Rantai pasok dan konsumen cerdas adalah kunci supaya bisa menciptakan pasar yang rasional dan efisien," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pemerintah membentuk tim guna memutus rantai pasok yang selama ini menjadi akar dari permasalahan bergejolaknya harga. Langkah ini dalam rangka pengamanan penyediaan, distribusi dan pemasaran pangan strategis.

Tim ini terdiri dari berbagai pihak terkait, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), dan beberapa pejabat dari masing-masing kementerian.

"Nantinya tim ini terbentuk komprehensif dan tim ini berjalan terus menerus. Tujuannya adalah memotong rantai pasok, harapannya adalah bagaimana harga di tingkat petani bisa menguntungkan. Kemudian di tingkat pengusaha juga menguntungkan, tetapi konsumennya tersenyum," kata Menteri Amran di Kantornya, Jakarta.

"Kementerian Pertanian bertanggungjawab dalam penyediaan pasokan pangan melalui peningkatan produksi dan peningkatan kapasitas petani, kelompok tani dan gabungan kelompok tani," imbuhnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP