Mendag klaim harga daging sapi mulai turun jelang Lebaran
Merdeka.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan harga daging sapi di pasaran mulai mengalami penurunan. Penurunan ini diketahui saat blusukan ke Pasar Kranggot, Cilegon, Banten.
"Jadi kalau tadi kita lihat, harga yang paling volatile itu adalah daging (sapi), dari pengalaman kita beberapa tahun lalu, daging itu naiknya tajam sekali. Di Pasar Kranggot Rp 105.000, daging lokal daging segar ini pernah naik sampai Rp 160.000, kemudian turun. Jadi ada penurunan harga," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (16/6).
Menurutnya, penurunan harganya ini disebabkan pasokannya terjaga. Sehingga, tak lagi ada gejolak harga pangan, khususnya daging jelang Lebaran.
"Kemudian yang kedua adalah beras. Komoditas ini pasukannya berlebih, tidak ada persoalan. Dan beras yang paling murah adalah Rp 8.000. Itu menunjukan bahwa dengan pasokan yang berlebih itu membuat harga stabil dan terkendali," kata Enggar.
Walikota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi menjelaskan, pemerintah berhasil menurunkan harga pangan di pasaran. Hal ini disebabkan karena ketegasan pemerintah terhadap para spekulan pangan yang menjadi penyebab tingginya harga.
"Saya kira pak Menteri sudah konkrit melakukan ketegasan terhadap itu (spekulan)," pungkas Iman.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengaku telah mencabut 79 izin usaha pengusaha yang menjadi spekulan bahan pokok selama Ramadan. Sementara, pihaknya sejauh ini tengah memeriksa 80 pengusaha yang dicurigai lainnya.
"Sudah ada 79 kasus, dan 79 itu izin usahanya kita cabut. Sekarang ada lagi yang masih proses, 80 kasus," ujar Mendag Enggar di sela-sela kunjungannya ke Pasar Baru Keranggot, Jombang, Cilegon, Banten, Kamis (15/6).
Maka dari itu, dia mengaku tidak terlalu mencemaskan permainan para spekulan di hari-hari menjelang Lebaran tahun ini. Menurutnya, spekulan sudah takut.
"Sekarang ini spekulan sudah pada takut, karena begitu ada sesuatu, kita tambah pasokan, (pasokan) berlebih, miskin dia," tegasnya.
Hal ini dilakukan, sebab menurutnya masalah spekulan bahan pangan ini tidak akan selesai bila tidak ada keseriusan dari pihak yang berwenang. "Kita keras, yang nimbun, kita segel, kita tangkap."
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya