Mendag Gobel: Kok bisa Indonesia impor jeroan dan pakaian bekas
Merdeka.com - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengaku bingung sekaligus khawatir dengan kebiasaan impor barang yang dilakukan Indonesia selama ini. Menurutnya, Indonesia adalah bangsa besar yang kaya akan sumber daya alam namun masih saja mengandalkan barang dan produk dari luar.
Importasi tersebut dinilai Rachmat tidak hanya akan menyebabkan ketergantungan melainkan bisa mengakibatkan produktivitas industri kecil menengah (IKM) tertekan.
"IKM kemampuan produksinya jadi berkurang. Belum lagi contoh, beras kita masih tinggi impornya, pakaian bekas berkembang. Jeroan juga impor dan berkembang. Semua saya perhatikan kok bisa," ujar Rachmat dalam diskusi di Restoran Gado-Gado Boplo, Jakarta Pusat, Sabtu (16/5).
Rachmat mengakui jika kekhawatiran tersebut sudah dia rasakan semenjak menjadi anggota Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia. Untuk itu, dengan jabatan yang kini dia duduki, Rachmat berjanji bakal menggenjot industri di dalam negeri untuk mengurangi impor.
"Ketika jadi Menteri, saya manfaatkan waktu untuk mewujudkan apa yang kami buat waktu lalu. Kenapa Kemendag punya target ekspor 300 persen dalam 5 tahun. Mengejar ketertinggalan," tuturnya.
Rachmat pun meminta kepada para pengusaha untuk ikut mengejar target tersebut agar bisa menambah daya saing dalam negeri. "Kita harus fight, kalau berkeluh kesah tetangga kita tertawa," tandasnya. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya