Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mendag Enggar mengaku siap perang dagang dengan Donald Trump

Mendag Enggar mengaku siap perang dagang dengan Donald Trump Enggartiasto Lukita. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengaku siap membalas apabila Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerapkan kebijakan perang dagang dengan Indonesia. Tak hanya Wapres JK, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita juga mengaku siap jika perang dagang memang harus dilakukan.

"Yang pasti kalau itu sudah menjadi keputusan politik sebagai bawahan kami akan taati itu. Tetapi kalau sudah melakukan itu yah, kalau trade war (perang dagang) sudah dilakukan, kita siap," ungkapnya di sela-sela, 'Jakarta Food Security Summit 4', di JCC, Jakarta, Jumat (9/3).

Sebelum dengan AS, Enggar mengaku sudah terlebih dulu melakukan perang dagang dengan Eropa. Hal ini terkait sulitnya menjual sawit Indonesia ke sana. "Sama seperti yang saya sampaikan dengan Uni Eropa, You start trade war, saya siap." jelas Enggar.

Namun demikian, dalam pembicaraan dengan negara tujuan ekspor, tersebut, dia kembali mengingatkan agar jangan sampai perang dagang dilakukan.

"Kita diganggu sawitnya, saya ganggu lagi, mulai dari wine saya ganggu. Kemudian Dubes Prancis mau ketemu saya akan bilang kita lagi mengkonsider untuk dairy product dia, susu bubuk dan lainnya, toh izin impor di saya, saya gak kasih izin kenapa," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump memantik perang dagang dengan negara-negara asing. Penyebabnya keputusan Presiden Trump menerapkan tarif 25 persen untuk produk impor baja dan 10 persen untuk produk alumunium. Alasan Trump demi melindungi produk-produk dalam negeri Amerika Serikat.

Kebijakan ini sampai membuat penasihat ekonomi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Gary Cohn, mengundurkan diri dari jabatannya. Sebagaimana diketahui, Cohn merupakan pendukung perdagangan bebas.

Ini merupakan satu dari serangkaian pengunduran diri dilakukan oleh pejabat kalangan atas dalam pemerintahan Trump. Cohn yang merupakan mantan Presiden Bank Goldman Sachs dan pernah membantu Trump untuk mendorong reformasi pajak pada akhir tahun lalu.

Kebijakan ini tentunya akan berdampak pada dunia. Sebab, sebagai salah satu negara perekonomian terbesar, AS memberi pengaruh signifikan pada perdagangan dunia.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP