Mendag Enggar hindari perang dagang dengan China
Merdeka.com - Pemerintah Indonesia menyatakan tidak menginginkan adanya perang dagang dengan China. Diharapkan kedua negara sama-sama adil dalam memberlakukan komoditas impor.
"Kalau kedua negara tidak mau menyelesaikan pengenaan bea masuk yang bisa menghambat dan akan terus berkepanjangan, apa bedanya dengan perang dagang AS dan China. Itu yang tidak saya kehendaki dengan China," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita seperti dikutip dari Antara di Shanghai, Selasa (6/11).
Dikatakannya, Indonesia dan China terus melakukan perundingan antarpejabat tinggi yang pada intinya ingin menyelesaikan hambatan secara bertahap. Salah satu permintaan Indonesia kepada China, kata Mendag Enggar, adalah China terus meningkatkan impor nonmigas dari Indonesia sehingga defisit bisa lebih kecil.
Dikatakannya, permintaan itupun sudah dipenuhi China dengan meningkatkan impor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sehingga defisit perdagangan cenderung berkurang tiap tahun. "Hal ini juga sesuai dengan janji Presiden Xi Jinping kepada Presiden Jokowi yang bersedia mengurangi defisit perdagangan Indonesia," katanya.
Dalam kunjungan ke Shanghai kali ini, Mendag Enggartiasto juga sudah bertemu dengan Menteri Perdagangan China, yang antara lain membahas agar China mengimpor lebih banyak dari Indonesia.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya