Mendag akui masih ada pengusaha ritel belum terapkan HET pangan
Merdeka.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengakui saat ini masih ada beberapa pengusaha ritel modern yang belum menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beberapa komunitas pangan. Untuk itu, pemerintah akan berdialog dengan pengusaha retail modern.
"Retail yang belum itu adalah retail yang lokal, kita akan lakukan dialog tanggal 4, mereka belum ada suplai, kita sudah minta kepada distributor dan Aprindo, untuk menjembatani agar suplai mereka bisa lancar," katanya di Bekasi, Jumat (28/4).
Bahkan, Mendag Enggartiasto juga masih menemukan beberapa komoditas yang tidak sesuai dengan HET. "Kita tidak mau ada yang jual sampai segitu. Packaging itu kalau belum baik, kita dorong jadi baik. Packaging itu menipu mata. Gulanya sama harganya naik, untuk sekarang ini kita tekan dulu harga Rp 12.500."
Untuk itu, dia meyakinkan kepada masyarakat untuk tidak khawatir mengenai kenaikan harga pangan. Alasannya, kebijakan penetapan HET akan berlangsung sampai September 2017.
"Masyarakat tidak perlu rush, untuk menyetok, karena harga tidak akan saya rubah, sampai september, setelah itu dievaluasi, bisa turun atau tetap," katanya.
Sebagai informasi, Kementerian Perdagangan menemukan pelaku usaha ritel modern di Kota Sorong, Papua Barat, yang belum menerapkan HET terpantau harga penjualan gula pasir curah Rp 13.500-14.500/kg, Gulaku Rp 17.000-19.800/kg, dan daging beku Rp 120.000-130.000/kg. Sedangkan, minyak goreng kemasan sederhana tidak tersedia di ritel modern, melainkan hanya tersedia minyak goreng premium (Bimoli, Filma, Kunci Mas) dengan harga Rp14.700-17.400/liter.
Sementara, harga eceran tertinggi gula yaitu Rp 12.500 per kilogram (Kg), minyak goreng dalam kemasan sederhana Rp 11.000 per liter, dan daging beku Rp 80.000 per Kg.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya