Mendag Agus Sebut Lelang Murah Bikin Harga Gula Naik
Merdeka.com - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, mengatakan bahwa alasan harga gula naik di pasaran dikarenakan ditemukan pelelangan gula sebesar Rp12.900 yang menimbulkan harga di distributor ke agen dan masyarakat di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Satgas pangan menemukan ada pelelangan sebesar Rp12.900, nah ini sehingga menimbulkan harga di distributor Rp15.000 dan agen lebih dari Rp15.000, ujungnya di pasaran Rp17.000," kata Agus dalam keterangannya, Di Kementerian Perdagangan, Selasa (28/4).
Untuk itu, dia mengimbau agar pelelangan ini tidak melebihi harga HET saat sampai kepada konsumen, terutama dari produsen yang memang telah melakukan penjualan di bawah HET sehingga membuat harga-harga tidak stabil.
"Saya juga telah mengimbau bagi produsen-produsen yang telah menerima penugasan, jadi penugasan yang sisanya gula rafinasi (gula kristal putih) konsumsi ini langsung dilepas ke ritel modern, bekerja sama juga dengan para distributornya dan juga agar mengakomodir pasar tradisional," jelasnya.
Selain itu, mengatakan untuk ritel modern gula rafinasi akan segera dipasok sesegera mungkin, termasuk di luar penugasan yang impor telah dilakukan realisasinya, dan telah masuk sehingga segera didistribusikan mengacu dengan HET.
"Kami telah membentuk tim monitoring beserta Satgas pangan untuk mengawasi jalannya pelaksanaan ini semua agar di tengah situasi pandemi corona ini, kita harus bersatu melawan covid-19, dan juga jangan ada pihak-pihak tertentu atau oknum yang melakukan penjualan-penjualan yang tidak sehat," ujarnya.
Maka dari itu, pihaknya yakni di Kementerian Perdagangan dengan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), dan Satuan Tugas Pangan (Satgas) berkoordinasi untuk terus melakukan monitoring dari mulai produsen hingga ke konsumen, supaya harga gula di pasaran bisa sesuai dengan HET.
Turun Secepatnya
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDia menjelaskan, dengan penugasan gula rafinasi sekitar 160 ribu ton, mampu menurunkan harga gula dalam beberapa hari ke depan. "Bahwa harga gula turun dalam beberapa hari ke depan dengan pendistribusian dengan mata rantai yang terlalu panjang, jadi hal-hal tersebut sudah kita sepakati bersama produsen, distributor, dan tim-tim monitoring ini untuk memantau apa yang sudah disepakati," jelasnya.
Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, mengatakan bahwa pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk segera menurunkan harga gula yang saat ini masih dirasakan tinggi di lapangan.
"Beberapa penugasan termasuk impor yang diberikan kepada beberapa perusahaan swasta nasional juga penugasan terhadap beberapa BUMN memerlukan beberapa waktu, sehingga mau tidak mau yang paling cepat adalah memberikan penugasan kepada produsen rafinasi untuk bisa mengisi kekurangan tersebut untuk disalurkan ke masyarakat," kata Sigit.
Dia menjelaskan, dari beberapa evaluasi yang dilakukan terjadi perbedaan harga yang masih cukup tinggi, antara distribusi yang dilaksanakan oleh ritel modern dengan distribusi yang masuk ke pasar tradisional. Di mana di ritel modern harga bisa sesuai dengan harapan yakni Rp 12.500 per kg, sedangkan di pasar tradisional dirinya melihat masih ada perbedaan harga.
"Ada beberapa lompatan dari distributor, mulai dari satu sampai distributor empat sampai agen harus kita pangkas, bahwa disepakati sisa penugasan gula rafinasi jumlahnya yang masih 160 ribu ton lebih itu akan disalurkan melalui ritel modern, sehingga harga di pasar bisa sesuai dengan HET sehingga masyarakat bisa mendapatkan harga sesuai HET," jelas Sigit.
Tak hanya pasokan ke ritel modern, Sigit juga tidak melupakan pasar tradisional sehingga tentunya akan ada pengaturan-pengaturan untuk pasar tradisional, produk gula rafinasi juga akan tetap di pasarkan di pasar tradisional. "Sehingga kemudian ketika sama-sama kita keroyok, kita harapkan harga gula bisa kembali normal," tutup Sigit.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya