Mencari kesejahteraan di luar Pulau Jawa
Merdeka.com - Tiap tahun, umumnya sehabis Lebaran, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemerintah pusat dipusingkan dengan derasnya arus pendatang dari luar kota maupun luar pulau, yang masuk ke ibu kota. Gelombang pendatang ini datang dengan satu tujuan sama. Mencoba peruntungan untuk kehidupan yang lebih baik dari kehidupan mereka di desa. Jakarta memang menjadi magnet bagi siapa saja.
Tidak heran jika jumlah penduduk di Jakarta dan daerah pinggirannya (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) terus bertambah tiap tahun dan semakin padat. Penduduk di desa terlanjur hanyut dalam anggapan hidup di Jakarta menyenangkan dan mudah mencari rezeki. Tak jarang akhirnya mereka kecewa dan tak berdaya menghadapi kerasnya kehidupan di Jakarta.
Namun, sebagian masyarakat justru memilih jalan lain. Mencari penghidupan di luar Jakarta, bahkan di pulau lain selain Jawa. Mereka memilih menjadi transmigran, meninggalkan kampung halaman dengan tujuan ke daerah baru yang tersebar mulai dari Aceh hingga Papua. Program yang sudah bertahan lebih dari satu abad ini masih menjadi andalan pemerintah untuk penyebaran penduduk. Termasuk tahun ini disediakan pendaftaran bagi 4.336 Kepala Keluarga yang bersedia menjadi transmigran.
Direktur Perencanaan Teknis Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa Tertinggal dan Transmigrasi Ratna Dewi Andriarti mengungkapkan, mereka yang berminat menjadi transmigran bisa mendatangi dinas kabupaten/kota pemangku tugas ketransmigrasian, kantor kecamatan, kantor desa/kelurahan dan institusi yang ditunjuk. Perlu ditekankan, tidak semua yang mendaftar akan langsung diterima dan diberangkatkan menuju daerah transmigrasi. Karena ada syarat dan seleksi yang akan dilakukan.
Beberapa syarat harus dipenuhi. Yang jelas harus tercatat sebagai warga Negara Indonesia dan berkeluarga. Berusia antara 18 hingga 50 tahun, belum pernah bertransmigrasi, memiliki kartu tanda penduduk (KTP), berbadan sehat, memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan untuk mengembangkan potensi sumber daya yang tersedia di lokasi dan terakhir lulus seleksi.
Seleksi dilakukan untuk mengetahui latar belakang keikutsertaan seseorang dalam program transmigrasi. Termasuk di dalamnya kemampuan calon transmigran. Sehingga saat sesi pembekalan, disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya