Menanti sikap tegas Jokowi tanggapi rekaman viral Menteri Rini dan Sofyan Basir
Merdeka.com - Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan meminta Presiden Joko Widodo untuk tegas menyikapi viralnya rekaman antara Menteri Rini Soemarno dengan Sofyan Basir yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PLN. Menurutnya, Jokowi tak bisa lagi menghindari pertanyaan ini, dan harus turun tangan langsung.
"Presiden memang harus ikut turun tangan, Presiden harus membuat semuanya lebih clear, sekarang kan masih abu-abu," kata Mamit dikutip Selasa (2/5).
Menurutnya, di tahun politik ini, semua isu pun bisa dibuat jadi barang panas. Setelah kemunculan rekaman itu, di tengah masyarakat kini bermunculan banyak persepsi. Jokowi jangan sampai membiarkan persepsi yang muncul semakin liar. "Kalau dibiarkan begitu saja, persepsi masyarakat bisa bertanya dengan kinerja Jokowi," kata Mamit.
"Dan ini bisa memberatkan PLN dan Pertamina," lanjut Mamit.
Khusus Ari Soemarno, Mamit mengakui kalau sosok abang Rini Soemarno itu punya nama besar di sektor migas negeri ini. Ari, kata Mamit, hingga sekarang juga masih punya pengaruh luar biasa.
"Kalau bicara pengaruhnya dia di Pertamina, kita harus diakui masih ada orang-orang dia itu. Jadi secara sosok dia itu, AS (Ari Soemarno) orang yang cukup berkuasa dan berpengaruh di Pertamina. Cuma sekarang bagaimana pengaruh itu digunakan untuk kepentingan baik Pertamina," ucap Mamit.
Sebelumnya, Presiden Jokowi sendiri sudah mengomentari percakapan salah seorang pembantunya di kabinet itu. Sayangnya, komentar Jokowi dianggap tidak tegas.
"Saya tidak mau komentar sebelum semuanya jelas," ucap Jokowi singkat di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/4).
Sejak Jumat (27/4), beredar potongan percakapan antara Menteri Rini dan Sofyan Basir. Kementerian BUMN membantah percakapan itu soal bagi-bagi saham.
Namun, Kementerian BUMN mengakui ada percakapan antara Rini dan Sofyan dalam konteks yang berbeda dari potongan percakapan yang disebarkan itu. Menurut Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro, Rini dan Sofyan memang pernah berdiskusi mengenai rencana investasi proyek penyediaan energi yang melibatkan PLN dan Pertamina.
Adapun diskusi itu sudah terjadi setahun yang lalu. Dalam diskusi yang dia maksud, Rini dan Sofyan memiliki tujuan serupa, yakni memastikan investasi itu bisa memberi manfaat maksimal pada PLN, bukan malah membebaninya.
"Percakapan utuh yang sebenarnya terjadi ialah membahas upaya Dirut PLN Sofyan Basir dalam memastikan bahwa sebagai syarat untuk PLN ikut serta dalam proyek tersebut adalah PLN harus mendapatkan porsi saham yang signifikan," ujar Imam.
Sementara itu, Rini menegaskan akan menuntut penyebar rekaman pembicaraan antara dirinya dengan Sofyan.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya