Menaker Hanif: Industri Sarung Potensial Garap Pasar Milenial
Merdeka.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Hanif Dhakiri menyebut bahwa industri produksi sarung di Indonesia punya potensi pasar besar untuk kaum milenial.
Dia mengatakan, sarung selama ini identik hanya untuk golongan pesantren, bahkan cenderung dianggap kampungan. Oleh karenanya, dia ingin mengubah citra buruk itu dan menjadikan sarung lebih populer.
"Kita ingin katakan bahwa ini (sarung) bisa untuk semua warga bangsa Indonesia, bisa untuk berbagai macam aktivitas, termasuk juga generasi Milenial. Jadi sarungan itu juga aslinya keren," ujar dia di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Jumat (1/3).
Selain itu, Hanif berharap budaya memakai sarung semakin kuat di masyarakat Indonesia, sehingga berdampak positif baik secara ekonomi maupun penciptaan lapangan kerja.
Lebih lanjut, produksi sarung yang menjadi bagian dari industri fashion itu kini sedang tumbuh berkembang di Tanah Air. "Kalau tidak salah di bidang ekonomi kreatif itu nomor tiga. Nomor satunya kuliner, kedua kerajinan tangan, nomor tiga ini fesyen," sebutnya.
Maka dari itu, dia coba mengajak generasi muda untuk lebih mengenal, mencintai sarung, dan tak malu mengenakannya di berbagai macam aktivitas.
"Sholat bisa pakai sarung, aktivitas lain juga bisa pakai sarung. Dan sarung ini termasuk pakaian yang demokratis loh. Kan tinggal dikibas-kibas, segar sudah," tutur dia sembari terkekeh.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya