Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menakar Dampak Varian Omicron pada Ekonomi Indonesia Tahun Depan

Menakar Dampak Varian Omicron pada Ekonomi Indonesia Tahun Depan Indonesia dipastikan mengalami resesi. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Jelang akhir 2021, muncul virus corona varian omicron yang berasal dari Afrika Selatan. Sampai pekan keempat Desember, virus ini telah menyebar ke 95 negara termasuk Indonesia.

Tingkat penyebaran yang cepat dari varian ini sangat diwaspadai berbagai negara di dunia. Sejauh ini, pemerintah menilai penyebaran omicron diperkirakan tidak akan lebih parah dari kasus varian delta asal India.

"Omicron dampaknya tidak separah varian delta," kata kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Selasa (21/12).

Iskandar meyakini munculnya varian baru ini masih bisa dikendalikan pemerintah lantaran sudah berpengalaman menangani Covid-19 varian delta. Beberapa langkah yang pernah ditempuh mulai dari melakukan kebijakan pengetatan pergerakan masyarakat.

Menerapkan disiplin protokol kesehatan dan menggunakan formula gas dan rem dalam penanganan Covid-19 dari sektor kesehatan dan sektor ekonomi. Masuknya varian omicron tersebut diperkirakan masih bisa dikendalikan. Sebab varian ini lebih bisa dikendalikan.

"Jika ada varian baru termasuk omicron dampaknya tidak separah varian delta karena dengan pengetatan atau pelonggaran ppkm maka diharapkan bisa dikendalikan," kata dia.

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira pun memberikan pernyataan yang sama. Dampak penyebaran omicron tidak perlu menjadi beban. Sebab pemerintah telah berpengalaman menangani varian delta dalam waktu 2 bulan.

"Sebenarnya tidak terlalu worry karena pemerintah punya pengalaman menghadapi varian delta dari sisi kesiapan dan penanganan," kata dia.

Di sisi lain, akselerasi vaksinasi Covid-19 saat ini tengah dipercepat. Tercatat sudah lebih dari 50 persen target vaksinasi massal.

Usulan Aksi untuk Pemerintah

untuk pemerintah rev1Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Maka, sikap yang harus diambil pemerintah saat ini dengan melanjutkan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat miskin atau pra sejahtera. Lalu melanjutkan peningkatan fasilitas kesehatan masyarakat untuk karantina pasien terpusat.

Selain itu, pemerintah diharapkan masih memberikan stimulus dana PEN untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional. Khususnya untuk berbagai sektor usaha yang sensitif dari dampak pandemi. Misalnya insentif khusus sektor pariwisata dan turunannya.

"Nah ini harus ada paket kebijakan khusus karena kasihan ini sektor yang paling tidak pasti," kata Bhima.

Dari kondisi tersebut, Bhima menilai pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2022 sekitar 4,5 persen hingga 5 persen di tahun 2022. Sementara itu, Pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2022 akan berada di level 5,2 persen. Kembali ke masa sebelum pandemi Covid-19 terjadi.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP