Membongkar 6 faktor buat harga rumah terus meroket
Merdeka.com - Harga properti termasuk rumah tercatat selalu naik tiap tahun. Bahkan per tiga bulan, harga rumah terus meroket meski kondisi perekonomian suatu negara tengah kurang stabil. Terus meroketnya harga rumah menjadi salah satu alasan para investor dan spekulan untuk terjun ke bisnis properti.
Alasan lainnya, keuntungan yang didapatkan dari sektor bisnis ini juga berganda, dari kenaikan harga tanah atau capital gain dan kenaikan harga penggunaan atau sewa pertahun (rental yield).
Namun di tengah optimisme pasar properti yang membuncah di tahun 2017, diketahui ada 6 penyebab yang patut dipertimbangkan kenapa investasi properti lebih menjanjikan dibanding unit investasi lain.
Berikut ulasannya seperti ditulis rumah.com:
Luas tanah tak pernah bertambah
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKebutuhan terhadap tempat tinggal terus bertambah dari tahun ke tahun. Namun, persediaan tanah di muka bumi tidak bertambah, bahkan berkurang.
Oleh karena itu, sesuai dengan hukum supply and demand, situasi tersebut membuat kenaikan kebutuhan dan harga-harga properti dari tahun ke tahun.
Jumlah penduduk terus bertambah
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comJumlah populasi manusia di bumi yang terus membengkak dan tidak dibarengi dengan perluasan tanah membuat harga properti terus naik dari tahun ke tahun.
Begitu juga populasi di kota-kota besar di Indonesia.
Inflasi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSetiap tahun terjadi inflasi. Meski prosentasenya berbeda-beda tetapi mempengaruhi sektor-sektor lain seperti, tingkat suku bunga, percepatan kredit pinjaman, harga bahan bakar, harga-harga kebutuhan pokok, tak terkecuali harga properti.
Faktor ini kemudian mengerek harga rumah terus naik. Bahkan kenaikan harga rumah bisa melebihi angka inflasi.
Kenaikan harga bahan dasar properti
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSeperti harga-harga kebutuhan lain, inflasi juga turut menaikkan harga bahan-bahan dasar bangunan setiap tahun.
Mulai dari harga pasir, semen, batu bata, kayu, cat, dan lain-lain. Akumulasi kenaikan harga-harga bahan dasar bangunan itu ikut menaikkan harga properti setiap tahun
Kelas menengah terus tumbuh
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSetiap negara sedang giat membangun. Hasil dari pembangunan itu adalah meningkatnya jumlah kelas menengah. Mereka dicirikan selain rata-rata mempunyai pendidikan yang baik, juga mempunyai penghasilan yang stabil.
Jika mereka membentuk ikatan rumah tangga, terbentuk dua orang suami-istri yang masing-masing memiliki pendapatan stabil. Mereka inilah pasar paling potensial investasi properti. Seperti memanfaatkan turunnya suku bunga dan tumbuhnya properti-properti baru yang kian menarik.
Semakin meningkat jumlah kelas menengah, baik di perkotaan maupun di pedesaan, akan meningkatkan kebutuhan properti.
Peningkatan lapangan kerja
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comProperti secara umum dibagi menjadi 2, yakni properti residensial (hunian) dan properti komersial (sarana bisnis).
Jika industri di suatu wilayah berkembang, sudah tentu akan meningkatkan kebutuhan properti komersial yang selanjutnya juga akan menaikkan jumlah tenaga kerja. Harga-harga properti kemudian akan melonjak sesuai permintaan, termasuk properti residensial.
Â
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya