Membandingkan pernyataan soal kemiskinan versi Prabowo dan Sri Mulyani
Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan penduduk Indonesia per Maret 2018 sebesar 9,82 persen. Angka ini terendah sejak era krisis moneter (krismon) pada 1998 silam. Pada 1998, tingkat kemiskinan Indonesia mencapai 24,2 persen. Ini menunjukkan penduduk ini semakin baik dari segi perekonomian.
Namun Ketua Umum Gerindra Prabowo menyatakan kemiskinan ini masih memprihatinkan. Berbeda dengan Prabowo, Sri Mulyani menanggapi dengan bahagia kemiskinan yang menurun. Merdeka.com merangkum perbedaan pernyataan terkait kemiskinan antara Prabowo dengan Sri Mulyani.
Sri mulyani: Istimewa kemiskinan terendah dalam sejarah
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenteri Keuangan, Sri Mulyani, mengaku bangga dengan angka kemiskinan yang baru dirilis BPS. Sebab angka kemiskinan sudah berada di bawah 10 persen.
"Istimewa, angka kemiskinan 9,82 persen. Ini kali pertama dalam sejarah," ungkapnya di Ritz Charlton Hotel, Jakarta, Senin (16/7).
Dia mengisahkan bahwa Pemerintah Indonesia dari masa ke masa terus berupaya untuk menurunkan angka kemiskinan. "Di bawah 10 persen itu remarkable, tapi kita tidak akan berhenti," kata dia.
Prabowo: Saya lihat rakyat tambah miskin
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBerbeda dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan perekonomian Indonesia belumlah stabil dan akan kemiskinan juga semakin bertambah. Alasan ini yang menjadikan dirinya terjun ke dunia politik, dengan politik dia bisa langsung berdialog dengan masyarakat.
"Tidak mungkin ekonomi kita baik kalau kita sistemnya seperti ini makanya saya di politik saya akan menyadarkan rakyat saya bikin partai karena saya melihat rakyat saya ini tambah miskin. Kekayaan Indonesia diambil. Bukan saya kritik. Untuk siapa? Nyalahkan siapa? Enggak. Ini salah kita semua. Kita lengah. Bangsa Indonesia terlalu baik," kata Prabowo di kediamannya Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (17/7).
Sri Mulyani kemiskinan turun, ketimpangan turun
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSelain angka kemiskinan yang terendah, hal ini juga diikuti dengan tingkat ketimpangan yang juga menurun. Menurut data BPS tingkat ketimpangan sebesar 0,398, Maret 2019. Angka tersebut menurun sebesar 0,002 poin jika dibandingkan dengan gini ratio September 2017 yang sebesar 0,391.
"Kemudian pemerataan lebih bagus, menurun sudah di 0,389. Sudah di bawah 0,39 atau 0,4 dibanding sebelumnya. Jadi Indonesia sudah menuju arah yang benar, dan terus menerus memperbaiki itu," kata Menkeu.
Prabowo sebut ketimpangan masih memprihatinkan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKetua Umum Partai Gerindra Ketimpangan antara si kaya dan si miskin masih tinggi. Prabowo menyebutkan, ketimpangan saat ini tidak baik untuk Indonesia. Apalagi, kata dia, kurang lebih 26 juta tergolong miskin menurut data BPS. Terdapat 69 juta orang lagi terancam miskin dengan garis kemiskinannya Rp 387 ribu per bulan.
"Bayangkan, ada rakyat kita yang hidup dengan Rp 387 ribu. Kalau yang hampir miskin adalah Rp 580 ribu rupiah," Kata Prabowo.
Â
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya