May Day, para buruh minta pemerintah tuntaskan masalah Freeport
Merdeka.com - Hari ini, ribuan pekerja Mimika memperingati Hari Buruh Internasional atau 'May Day'. Mereka meminta pemerintah segera menuntaskan persoalan PT Freeport Indonesia (PFI).
Dikutip Antara, Ketua Pimpinan Cabang SPKEP-SPSI Kabupaten Mimika, Aser Gobai mengatakan, tuntutan keenam merupakan tuntutan khusus para karyawan tentang permintaan kepada pemerintah untuk segera bertindak cepat mengatasi permasalahan PT Freeport Indonesia dan melindungi kepentingan pekerja serta menghentikan kriminalisasi terhadap Ketua Pimpinan Unit Kerja SPKEP-SPSI PT. Freeport Indonesia, Sudiro. Aser mengajak semua pekerja untuk bersatu dan tidak boleh terpecah yang bisa mengakibatkan penindasan kepada karyawan.
Dia mengatakan saat ini, 32.000 pekerja di PT FI sedang mengalami penindasan dan perampasan hak. Untuk itu, semua pihak mesti bersatu agar PT FI jadi berkat bagi pekerja, warga Mimika dan Indonesia.
Ribuan karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPKEP-SPSI) di lingkungan PT Freeport Indonesia menuntut enam poin dalam aksinya.
Mereka menuntut agar pemerintah segera mencabut PP nomor 78 tentang pengupahan yang dinilai memiskinkan pekerja Indonesia, perbaikan layanan jaminan sosial agar layak dan manusiawi dan menghapus sistem outsourching dan pemagangan.
Para pekerja juga meminta pemerintah mewujudkan hak berserikat dengan menghentikan intimidasi dan kriminalisasi terhadap aktivis serikat pekerja Indonesia.
Selain penolakan terhadap PP nomor 78 tahun 2015, karyawan juga menolak revisi UU nomor 13 tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan yang menghilangkan uang pesangon.
Selain orasi dan doa bersama, peringatan May Day di Timika juga diisi aksi teatrikal yang melukiskan penindasan dan kewenang-wenangan yang sedang dialami pekerja Freeport dan konvoi dengan kendaraan roda dua dan empat mengelilingi kota.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya