Masyarakat Temukan Toilet SPBU Pertamina Berbayar Bisa Laporkan Ke 135
Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) berjanji memberikan layanan toilet tak berbayar alias gratis di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU. Ini sekaligus menindaklanjuti arahan Menteri BUMN, Erick Thohir.
Selain itu, Pertamina juga mengajak konsumen dan masyarakat untuk berpartisipasi melaporkan jika menemukan adanya toilet SPBU yang berbayar.
"Pengaduan ke call center 135," ujar VP Corporate Communications & Investor Relations Pertamina Fajriyah Usman kepada Liputan6.com, Selasa (23/11).
Call center 135 dikenal sebagai tempat pengaduan terkait produk BBM Pertamina seperti Pertalite, Pertamax, dan lainnya.
Namun, Fajriyah menjamin seluruh laporan masyarakat tentang toilet berbayar di SPBU juga akan diterima dan ditindaklanjuti melalui kontak tersebut.
“Iya. Semua pengaduan dimonitor dan ditindaklanjuti," kata dia.
Corporate Secretaty Subholding Commercial And Trading PT Pertamina (Persero) Irto Ginting pun berharap, masyarakat mau bantu melaporkan adanya kejanggalan pada seluruh jasa dan layanan perseroan.
"Kami berterima kasih atas masukan Pak Menteri (Erick Thohir) dan bapak/ibu semua, termasuk masukan dari masyarakat untuk membuat Pertamina lebih baik," ungkap Irto.
Erick Thohir Sentil Direksi Pertamina
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyentil Direksi Pertamina (Persero) lantaran fasilitas umum seperti toilet di SPBU Pertamina dikenakan tarif. Teguran itu disampaikan saat sidak ke SPBU Pertamina di Kecamatan Malasan, Probolinggo, Jawa Timur.
Dalam video diunggah di instagram pribadinya, Menteri Erick bertanya kepada seorang penjaga toilet kenapa harus dikenakan tarif. Untuk buang air kecil Rp2.000. Sementara buang air besar dan mandi Rp4.000.
Penjaga tersebut beralasan pengenaan biaya ini untuk perawatan. Dia mengaku hanya bekerja di sana secara kontrak. Sedangkan SPBU tersebut milik swasta bekerja sama dengan pemerintah.
"Nanti di telepon Pak Agus (pemilik SPBU). Kenapa toilet saja mesti bayar? Kan sudah dapat (pemasukan) dari bisnis bensin," kata Menteri Erik dikutip Senin (22/11).
Mantan Bos Inter Milan itu juga meminta petinggi BUMN sektor perminyakan untuk bertindak atas kejadian ini. Mengingat toilet di SPBU merupakan fasilitas umum yang seharusnya digunakan secara gratis.
"Seluruh kerjasama pom-pom bensin swasta di bawah Pertamina toiletnya nggak boleh bayar harus gratis," pungkasnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya